iklan banner Honda atas

Puskesmas Batang II Gencarkan Edukasi dan Skrining Kusta di Sekolah

Puskesmas Batang II Gencarkan Edukasi dan Skrining Kusta di Sekolah

SCREENING - Puskesmas Batang II saat melakukan screening kusta ke Sekolah-sekolah -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Puskesmas Batang II terus menggencarkan edukasi serta skrining penyakit kusta di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan sekaligus deteksi dini penyakit tersebut di masyarakat.

Kepala Puskesmas Batang II, dr Munawaroh, didampingi Staf Puskesmas Erlisa, mengatakan bahwa skrining kusta menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan penyakit tersebut dapat ditemukan lebih awal sehingga segera mendapatkan penanganan.

“Dari Januari sampai Februari kami sudah melakukan skrining di 17 SD di wilayah kerja kami. Setelah Lebaran rencananya dilanjutkan di lima sekolah tingkat SLTA,” jelasnya.

Selain skrining di sekolah, pihak puskesmas juga melakukan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi mengenai penyakit kusta dilakukan melalui penyuluhan di posyandu, kerja sama dengan kader kesehatan, hingga penyebaran informasi melalui media sosial.

BACA JUGA:Pedagang Batang Tertipu Koperasi Bodong Jelang Lebaran, Uang Tabungan Tak Bisa Diambil

Menurut dr Munawaroh, edukasi kepada masyarakat penting dilakukan untuk menghilangkan stigma terhadap penderita kusta. Ia menegaskan bahwa kusta bukan penyakit kutukan maupun penyakit turunan, melainkan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur.

BACA JUGA:Buka Bersama, IKA UNDIP Batang dan IMADIBA Motivasi Anak Panti Aisyiyah Kauman Lanjutkan Pendidikan Tinggi

“Kusta bisa sembuh total dengan pengobatan MDT yang rutin. Karena itu masyarakat tidak perlu menjauhi penderitanya, tetapi justru mendukung agar mereka menjalani pengobatan sampai tuntas,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Puskesmas Batang II juga memberikan terapi pencegahan atau kemoprofilaksis kepada orang yang memiliki kontak erat dengan pasien kusta. Terapi tersebut diberikan satu kali berupa obat rifampisin yang diminum langsung di bawah pengawasan petugas kesehatan.

“Sekitar 20 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien sudah kami berikan terapi profilaksis sebagai langkah pencegahan,” katanya.

BACA JUGA:Pedagang Batang Tertipu Koperasi Bodong Jelang Lebaran, Uang Tabungan Tak Bisa Diambil

Sementara itu, berdasarkan data Puskesmas Batang II, sepanjang tahun 2025 ditemukan tujuh kasus kusta di wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, dua pasien telah dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan secara rutin, sedangkan lima pasien lainnya masih dalam proses pengobatan.

Dari lima kasus yang masih ditangani, empat di antaranya merupakan kusta tipe Multibasiler (MB) atau jenis basah, sementara satu kasus merupakan Pausibasiler (PB) atau jenis kering. Masa pengobatan untuk tipe MB berlangsung selama 12 bulan, sedangkan tipe PB selama 6 bulan.

Melalui berbagai langkah pencegahan, skrining, dan edukasi tersebut, Puskesmas Batang II berharap kasus kusta di wilayahnya dapat terus ditekan sekaligus mengurangi risiko kecacatan akibat keterlambatan penanganan. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait