iklan banner Honda atas

Kunjungi Gringsing Batang, Inayah Wahid Soroti Makna Pembebasan dalam Puasa Ramadhan

Kunjungi Gringsing Batang, Inayah Wahid Soroti Makna Pembebasan dalam Puasa Ramadhan

Kunjungi Gringsing Batang, Inayah Wahid Soroti Makna Pembebasan dalam Puasa Ramadhan-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID — Putri bungsu Presiden keempat RI, Inayah Wahid, menyoroti kesalahpahaman masyarakat tentang makna puasa Ramadhan saat menghadiri kegiatan Darul Falah Syiar Ramadhan 1447 H di Masjid Darul Falah Sidosari, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Batang bersama Yayasan Darul Falah tersebut mengusung tema “Kelirumologi Spiritual Ramadhan di Era Postmodern.”

Dalam ceramahnya, Inayah menyampaikan bahwa banyak orang masih memandang puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus. Padahal, menurutnya, esensi Ramadhan jauh lebih dalam karena mengajarkan pembebasan dari berbagai dorongan nafsu dan keinginan sesaat.

“Ramadhan itu bukan limitasi atau pembatasan. Justru Ramadhan adalah pembebasan. Kita belajar membebaskan diri dari nafsu sekaligus memperkuat kesabaran dan kemanusiaan,” ujarnya.

BACA JUGA:Bambang Sasongko Mundur, Eko Santoso Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Batang

BACA JUGA:PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan Terima Bagi Hasil Usaha Sorban Tour dan Travel Rp126 Juta

Ia menambahkan bahwa Islam pada dasarnya membawa nilai pembebasan bagi umat manusia, termasuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, serta sikap tidak peduli terhadap sesama.

Dalam kesempatan itu, Inayah juga menyinggung kebijakan ayahnya, Abdurrahman Wahid, yang membuka kembali kebebasan masyarakat Tionghoa untuk merayakan Imlek secara terbuka di Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi contoh nyata semangat pembebasan dalam kehidupan berbangsa.

“Kalau ada yang mengatakan Indonesia gelap, yang dimaksud bukan masyarakatnya, tetapi hubungan antara negara dan rakyatnya,” kata Inayah.

Acara Syiar Ramadhan tersebut juga diisi dengan festival santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), khotmil Qur’an, santunan bagi kaum dhuafa, serta penyaluran zakat berupa 2 ton beras dan 150 paket sembako dari wakif Masjid Darul Falah.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Ahmad Munir Malik mengungkapkan rasa syukur karena dalam dua tahun terakhir kegiatan Ramadhan di Masjid Darul Falah selalu dihadiri keluarga besar Gus Dur.

“Tahun lalu kita sahur bersama Ibu Sinta Nuriyah. Sekarang kita bersama putri bungsu beliau, Mbak Inayah. Kalau Ibu Sinta itu ibunya negara, maka Mbak Inayah ini anak negara,” ujarnya.

Munir menjelaskan, kegiatan Syiar Darul Falah tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah kepada generasi muda.

Ke depan, pihaknya berharap kawasan Masjid Darul Falah dapat berkembang menjadi pusat pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini hingga jenjang yang lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait