iklan banner Honda atas

Santri Al-Munawwir Gringsing Nyawiji Bersama Warga Lewat Tarawih Keliling

Santri Al-Munawwir Gringsing Nyawiji Bersama Warga Lewat Tarawih Keliling

TARAWIH - Kegiatan tarawih keliling yang digelar Ponpes Al Munawwir Gringsing-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN – Pondok Pesantren Al-Munawwir Gringsing kembali menggelar Tarawih Keliling (Tarling) dalam rangka Safari Ramadan 1447 H. Kegiatan perdana dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin, Dukuh Siklayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Sabtu (28/2/2026).

Mengusung tema “Santri Nyawiji Ing Desa”, kegiatan ini menekankan kebersamaan antara santri dan masyarakat. Nyawiji dalam bahasa Jawa berarti menyatu atau melebur, menggambarkan kehadiran santri yang tidak sekadar bertandang, tetapi berbaur dan menjalin kedekatan dengan warga desa.

Para santri berangkat sejak bakda asar menggunakan armada pesantren. Setibanya di lokasi menjelang berbuka, mereka melantunkan “Syair Tanpo Waton” dan wirid “Al-Wirdullatif” yang menjadi amalan rutin di lingkungan pesantren.

BACA JUGA:Raperda Pendidikan Keagamaan di Batang Masuki Tahap Akhir, Guru Madin dan TPQ Segera Terima Jaminan Sosial

BACA JUGA:Sidak Jelang Lebaran, Dinkes Batang Temukan Pangan Mengandung Formalin hingga Rhodamin B

Rangkaian acara dilanjutkan dengan salat magrib, isya, dan tarawih berjamaah. Setelah itu, kegiatan diisi pembacaan ummul kitab, lantunan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, hingga tausiyah. Seluruh susunan acara melibatkan santri secara aktif.

Perwakilan Panitia Kegiatan, Ni'am Riska Amrillah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter santri.

“Melalui Tarawih Keliling ini, kami ingin santri belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar berdakwah dan membangun kedekatan dengan warga,” ujarnya.

Safari Ramadan PP Al-Munawwir Gringsing dijadwalkan berlanjut ke Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung pada Selasa (3/3/2026) serta Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing pada Sabtu (7/3/2026).

Melalui kegiatan ini, pesantren berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara santri dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam kehidupan keagamaan di Kabupaten Batang. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait