BOJONG - Sebanyak 310 siswa baru di SDIT Plus Mutiara Umat Bojong diajari proses membatik dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan digelar di halaman gedung sekolah Kamis 17 Juli 2025 kemarin.
Kepala SDIT Plus Mutiara, Nur Astuti menjelaskan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan MPLS dari unsur kearifan lokal dengan belajar membatik menggandeng tim edukatif gemah sumilir Wiradesa bersama ITSNU Kab Pekalongan.
Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru pada budaya dan tradisi daerah sekitar, serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Astuti menjelaskan mengajarkan siswa proses membatik merupakan pengenalan siswa kepada batik yang merupakan warisan nenek leluhur yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.
BACA JUGA:Tunarungu Tak Menghalangi Prestasi, Ika Rizqi Sajikan Evaluasi Aplikasi Hear Me di UMPP
BACA JUGA:Begini Tanggapan Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Terkait PCNU Menolak 5 Hari Sekolah
Teknik pembuatannya yang unik, simbolisme yang terkandung dalam setiap motif, dan peranannya yang melekat dalam budaya Indonesia.
Dalam masa MPLS yang akan digelar selama lima hari kedepan SDIT Plus Mutiara Umat juga memberikan materi diantaranya tata cara menghormati teman, guru, beragam materi pelajaran tata cara sholat dan budi pekerti.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 2016 saat ini ada sebanyak dua belas rombel, dengan tiap kelas ada dua rombel.
"Alhamdulillah saat ini sudah ada sebanyak 12 rombel, beragam prestasi siswa kami selalu hadir dalam kegiatan, baik ditingkat kecamatan, kabupaten hingga lomba ditingkat provinsi,'' tegasnya.
Astuti mengharapkan pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin maju, semakin baik dan prestasinya semakin meningkat dimana dibutuhkan kerja sama sinergis antara tenaga pendidik, wali murid serta stake holder terkait. (jun)