Pakar patologi forensik dari University of Adelaide, Prof. Roger Byard, dalam jurnal Journal of Forensic and Legal Medicine turut menyoroti fenomena serupa.
"Pasien sering keliru mengira bahwa mereka dirawat tanpa menggunakan bahan kimia atau obat berbahaya," tulisnya, menekankan perlunya peningkatan edukasi publik.
Meskipun obat herbal cair tetap dapat menjadi pilihan praktis untuk meredakan gejala ringan, konsumsi tanpa disertai pemahaman kandungan dan takaran justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan baru.
Oleh karena itu, selain membaca label secara saksama dan mematuhi dosis anjuran, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga medis sebelum mengonsumsi produk herbal secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit hati, ginjal, atau sedang dalam pengobatan jangka panjang.