Jurnalis Dituntut Adaptif di Era Digital, Kuasai Audio Visual Tanpa Abaikan Kode Etik

Rabu 10-06-2026,21:26 WIB
Reporter : Novia Rochmawati
Editor : Dony Widyo

Jamalul menekankan bahwa kekuatan utama jurnalis terletak pada kemampuan verifikasi cepat di lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Ia juga menambahkan bahwa jurnalis memiliki akses luas terhadap berbagai narasumber, termasuk pejabat publik, yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menanggapi pertanyaan wartawan Akurat.co, M Dheny, terkait batas penggunaan sumber anonim dalam karya jurnalistik audiovisual.

Menurutnya, penggunaan sumber anonim diperbolehkan selama informasi yang disampaikan dapat diuji kebenarannya.

“Sumber anonim itu boleh digunakan, baik di audiovisual maupun cetak, asalkan tetap bisa diuji,” ujarnya.

Ia menambahkan, idealnya informasi diperkuat minimal oleh dua sumber, meski keduanya bersifat anonim, untuk menjaga validitas berita.

“Minimal dua sumber yang menguatkan. Walaupun anonim, kita tetap harus yakin terhadap kredibilitasnya,” jelasnya.

Jamalul menegaskan, jurnalis tetap bertanggung jawab penuh atas setiap informasi yang dipublikasikan, termasuk jika menghadapi konsekuensi hukum.

“Kalau sampai digugat, kita harus siap bertanggung jawab. Kita punya hak menjaga kerahasiaan sumber, tapi juga ada konsekuensinya,” pungkasnya. (Nov)

Kategori :