BATANG - Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah Kabupaten Batang, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung lancar, akuntabel, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kunjungannya ke SMPN 7 Batang, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Batang itu secara langsung berdialog dengan pengelola sekolah, panitia pelaksana, dan orang tua siswa yang tengah menjalani tahap verifikasi dan finalisasi berkas pendaftaran.
Pemantauan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengawal proses penerimaan siswa baru agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Kami datang langsung untuk memastikan semua tahapan berjalan baik dan mendengar aspirasi orang tua. Yang terpenting, proses ini transparan dan tidak ada kendala berarti yang dialami masyarakat," ujar Faiz seusai peninjauan.
BACA JUGA:Pemkab Batang Gratiskan Seragam Sekolah untuk Siswa Baru SD dan SMP Negeri maupun Swasta
BACA JUGA:Pemkab Batang Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan SPPG Selama Libur Sekolah
Hasil pemantauan di sejumlah lokasi menunjukkan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini secara umum berjalan kondusif. Mulai dari proses pendaftaran daring, unggah dokumen, hingga finalisasi data mampu diselesaikan tepat waktu.
Bupati Faiz memberikan apresiasi terhadap kesiapan sekolah yang dinilai sigap dalam mendampingi orang tua, terutama bagi mereka yang masih awam dengan teknologi.
Meski sistem penerimaan kali ini mengandalkan mekanisme online untuk menjamin keterbukaan dan mengurangi potensi pelanggaran, Faiz menyadari masih adanya tantangan literasi digital di masyarakat.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang telah menyediakan layanan bantuan (helpdesk) yang tersebar di setiap sekolah dan kantor dinas.
"Kami tidak ingin ada calon siswa yang kehilangan kesempatan hanya karena terkendala teknis. Karena itu, kami sudah instruksikan setiap sekolah dan dinas untuk menyiagakan petugas yang siap membantu masyarakat hingga selesai," tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya kecepatan respons layanan. Ia meminta setiap helpdesk menerapkan standar waktu pelayanan yang jelas. Setiap laporan atau kendala yang masuk, menurutnya, harus dituntaskan maksimal dalam kurun waktu 24 jam agar tidak merugikan peserta didik.
"Target kami nol kesalahan dan nol kendala (zero accident dan zero error). Tidak boleh ada satu orang tua pun yang gagal mendaftar hanya karena layanan yang lamban atau tidak responsif," tambahnya.
Di akhir kunjungan, Faiz berharap seluruh elemen yang terlibat dapat menjaga integritas dan profesionalisme tinggi. Ia juga mengimbau para orang tua untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi pemerintah dan tidak terpancing isu yang tak bertanggung jawab.