Pemkab Batang Buka Akses Beasiswa Kuliah Gratis ke Tiongkok, Target 30 Mahasiswa pada 2027
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang, Eni Triwiyanti.-Istimewa -
BATANG – Pemerintah Kabupaten BATANG membuka peluang bagi pelajar daerah setempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Tiongkok melalui program kolaborasi dengan International Trans Education Association (ITEA).
Langkah ini bertujuan memperluas akses pendidikan internasional sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kebijakan tersebut diambil seiring dengan perkembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang menarik berbagai investasi asing.
Pemkab Batang menilai penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan industri global.
BACA JUGA:Kebakaran Melanda Rumah di Batang Saat Pemilik Nonton Karnaval, Charger Senter Jadi Biang Kerok
BACA JUGA:Dinkes Batang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk ASN dan Masyarakat, Rayakan HUT ke-81 RI
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang, Eni Triwiyanti, menyatakan bahwa Batang telah menjadi bagian dari rantai pasok industri global.
"Kita harus akui Batang itu sudah menjadi Global Value Chain, maksudnya sudah menjadi rantai pasok industri global. Yang kita tawarkan tidak hanya lokasi yang strategis, tapi juga SDM yang kompeten," ujar Eni di kantornya, Selasa (18/8/2026).
Dalam program ini, pelajar yang lolos seleksi mendapatkan fasilitas kuliah gratis (tuition fee) dan akomodasi tempat tinggal gratis (dormitory) di Tiongkok. Peserta hanya perlu menanggung biaya hidup harian yang tergolong terjangkau.
"Pelajar yang lolos seleksi cukup membayar living cost, biaya kehidupan di sana, yang nominalnya kurang dari Rp2 juta untuk satu orang per bulan. Kalau dibandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia, terutama di kota besar, itu bisa jadi hampir sama atau lebih murah," jelasnya.
Pemkab Batang juga menyiapkan dana stimulan bagi 10 calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk biaya pendampingan, medical check-up, serta pengurusan visa dan paspor.
Eni menambahkan bahwa kuota keberangkatan tidak dibatasi pihak penyelenggara, sehingga pelajar yang lolos seleksi dapat berangkat secara mandiri.
Program ini direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan target pemberangkatan 30 orang pada tahun pertama.
KIT Batang sendiri telah menarik investasi dari berbagai negara, termasuk Jepang, China, dan Korea Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

