PEKALONGAN,RADARPEKALONGAN.CO.ID – Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar kuliah Dosen Praktisi Smart Aquaculture Innovation. Acara bertema “Transformasi Teknologi dan Standarisasi Menuju Industri Budidaya Perairan Berkelanjutan” ini menghadirkan narasumber ahli, Roikhanatun Nafi’ah, S.T., M.T., yang merupakan CEO dari startup teknologi perikanan, PT Krustea.
Dekan Fakultas Perikanan Unikal menyatakan bahwa universitas berkomitmen penuh untuk mengarahkan dan memantau para alumni saat terjun ke masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum perkuliahan dan pengembangan soft skill mahasiswa harus terus diselaraskan dengan kebutuhan nyata di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
"Kita harus selalu berusaha untuk menyesuaikan antara apa yang ada di dalam bangku kuliah, di soft skill-nya, dengan yang ada di luar di dunia kerja dan dunia industri. Jadi yang harus kita match (selaraskan), karena kalau tidak, bisa jadi nanti mahasiswa akan timbul gugup ketika di luar ternyata menemukan sesuatu yang berbeda," ujar Dekan Fakultas Perikanan Unikal dalam sambutannya.
Ia kemudian mencontohkan pesatnya perkembangan teknologi di sektor akuakultur saat ini. Dulu, seorang petambak harus datang langsung ke lokasi tambak untuk memantau kualitas air, bahkan di tengah kondisi hujan.
"Nah, sekarang itu dengan teknologi yang baru sudah bisa dengan HP. Di rumah juga bisa. Termasuk juga alat pemberian pakan yang sekarang sudah pakai mesin otomatis. Pada jam-jam yang sudah kita setting, pakan akan keluar sendiri. Itu yang perlu kita berikan kepada anak-anak," tambahnya.
Kehadiran PT Krustea yang bergerak di bidang peralatan budidaya modern diharapkan mampu menjembatani celah pengetahuan tersebut. Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa mendapatkan gambaran riil mengenai peta industri budidaya udang dan ikan modern sebelum mereka lulus.
Kegiatan edukatif ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 4 yang tengah menempuh mata kuliah terkait, seperti Standarisasi, Dasar-Dasar Budidaya, dan Sosial Ekonomi Perikanan. Lewat pembekalan ini, pihak fakultas optimistis mahasiswa memiliki kesiapan matang, baik dari segi soft skill maupun hard skill.
Lebih lanjut, pihak fakultas berharap momentum ini menjadi pintu pembuka kerja sama yang lebih luas dengan PT Krustea, mulai dari program magang hingga riset kolaborasi. Berkaca pada performa positif mahasiswa di universitas lain, peluang serapan kerja pascamagang di perusahaan startup tersebut terbuka sangat lebar.(mal)