Roadshow GJLS: Berapi-Api Sambangi Pekalongan, Hadirkan Wahana Damkar dan Kisah Persahabatan

Minggu 18-10-2026,07:59 WIB
Reporter : Dwi Fusti Hana Pertiwi
Editor : Dony Widyo

Persiapan tersebut menjadi penting karena proses pengambilan gambar melibatkan api sungguhan, bukan sekadar efek visual atau computer-generated imagery (CGI).

"Kami memang mengikuti workshop agar setidaknya tahu dasar-dasar pemadam kebakaran dan bagaimana menghadapi api. Saat syuting, api yang kami hadapi benar-benar api sungguhan," jelas Sadha.

BACA JUGA:Peternak Ayam Petelur Pekalongan Gulung Tikar! Pakan Mahal, Jagung Langka, Harga Telur Anjlok

Pengalaman tersebut juga dirasakan Aurra Kharisma. Ia mengaku harus berusaha menampilkan sosok petugas damkar yang terlatih meskipun tidak memiliki latar belakang sebagai pemadam kebakaran.

Menurut Aurra, menghadapi kobaran api secara langsung sempat membuatnya gugup. Terlebih, ukuran api yang besar serta kondisi cuaca dan angin yang menantang menambah kesulitan selama proses syuting.

"Apinya besar banget dan kami harus masuk ke area api. Walaupun sudah mengikuti workshop, tetap ada rasa gugup. Arahan di lokasi dan pendampingan petugas damkar sangat membantu," tuturnya.

BACA JUGA:Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan Sambut Usulan Perda Miras, Siap Dorong ke Bapemperda

BACA JUGA:Cegah Scabies dan Kendalikan Hipertensi, Lapas Pekalongan Gelar Program SADARLING

Angkat Pengabdian Petugas Damkar

Co-producer Fiqi Wandiya Septa Pratama mengatakan, pengangkatan profesi pemadam kebakaran dalam film ini berangkat dari penghargaan terhadap peran mereka di tengah masyarakat.

Petugas damkar dikenal tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi. Peran tersebut menjadi salah satu inspirasi bagi tim produksi untuk mengangkat kisah mereka melalui pendekatan komedi.

Menurut Fiqi, film ini juga diarahkan menjadi tontonan yang dapat dinikmati berbagai kalangan, termasuk keluarga, dengan tetap menyisipkan pesan positif di dalam ceritanya.

Dari sisi produksi, persiapan film berlangsung sekitar enam bulan. Proses pengambilan gambar selesai pada Februari 2026, sedangkan tahap pascaproduksi rampung sekitar dua bulan sebelum screening di Pekalongan.

BACA JUGA:Cegah Scabies dan Kendalikan Hipertensi, Lapas Pekalongan Gelar Program SADARLING

BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Ambokembang Pekalongan Hangus Terbakar, Kerugian Rp150 Juta

Melalui perpaduan komedi dan aksi, film ini berupaya memperkenalkan sisi lain pekerjaan petugas damkar sekaligus menghadirkan cerita persahabatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kategori :