Rambut Sewu Hadir di Pekalongan, Padukan Horor dan Pesan Sosial
Antusias- Antusias pengunjung bioskop XXl Ramayana Pekalongan sambut cast film Rambut Sewu.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id – Film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menyapa penonton Pekalongan melalui acara nonton bareng di XXI Ramayana Pekalongan Square, Senin (12/10/2026). Film produksi Mika Entertainment ini memadukan horor supranatural, misteri, drama keluarga, dan komedi dengan pesan tentang perundungan, dendam, serta konsekuensi dari pilihan hidup.
Acara tersebut turut dihadiri Nandhita Narendratmaja yang berperan sebagai Dhandhang Gendhing sekaligus pemimpin redaksi dalam film, serta Muhammad Ihsan Tarore yang memerankan Ustaz Ahmad. Film garapan sutradara Hanny R. Saputra ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Nandhita mengatakan, film tersebut tidak hanya mengandalkan unsur horor, tetapi juga mengangkat penderitaan seseorang ketika menghadapi tekanan hidup hingga mencapai batas ketahanannya.
BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Siapkan Regenerasi Petani, YESS-SI Sasar 6.000 Pemuda
BACA JUGA:Masa Jabatan Sekda Segera Habis, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Pastikan Proses Evaluasi Berjalan
"Film Rambut Sewu ini tidak cuma bercerita tentang horor. Film ini menceritakan penderitaan seseorang ketika mendapat cobaan sampai ke batas ketahanannya, dan apakah dalam situasi seperti itu dia bisa mengambil keputusan yang tepat," ujarnya.
Proses produksi film berlangsung sekitar 21 hari. Menurut Nandhita, pengaturan jadwal yang tertata membuat proses syuting berjalan lancar. Namun, sebuah adegan yang melibatkan banyak aktor, aspek teknis, dan efek khusus sempat membutuhkan waktu lebih panjang hingga pukul 05.00 WIB. Demi menjaga kondisi kru, pengambilan gambar akhirnya dilanjutkan pada hari berikutnya.
Sementara itu, Ihsan menekankan pesan sosial yang ingin disampaikan melalui film tersebut, terutama pentingnya mencegah perundungan dan menjaga sesama.
"Selain hiburan, mudah-mudahan film ini juga menjadi tuntunan. Kita harus saling menjaga, tidak membully, dan jangan sampai ada korban akibat perundungan. Jangan sampai karena sering dibully dan sakit hati, seseorang akhirnya mengambil langkah yang tidak benar," kata Ihsan.
BACA JUGA:Kepergok Congkel Kotak Amal Masjid di Paninggaran, Pria Asal Banjarnegara Mengaku Pernah Curi Motor
BACA JUGA:Tim Ombudsman Kunjungi RSUD Bendan Pekalongan, Direktur Tekankan Evaluasi dan Mutu Pelayanan
Ia berharap penonton dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya menghormati orang lain dan memanusiakan sesama manusia.
Angkat Misteri Rumah Tua dan Luka Masa Lalu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

