KARANGANYAR - Di tengah pandemi Covid-19, pesta demokrasi Pilkada 2020 kini mulai menghangat. Pasalnya sejumlah kiai sepuh Pekalongan mendoakan serta mendeklarasikan Asip Kholbihi untuk maju kembali dalam Pilkada 2020.
Sejumlah kiai sepuh yang turut serta dalam pelaksanaan doa bersama tersebut, di antaranmya KH Badrudin Sukri, KH Abdul Kholik Aljaelani, KH Zidqon dan KH A Fauzi Amin. Kemudian, KH Kasro, Kiai Lailil Dimyati, dan Kiai Nur Khamim serta Kiai Ahmad Khoirin.
Meski Pilkada 2020 sempat ditunda lantaran adanya wabah virus covid 19 atau corona, namun belakangan muncul jadwal Pilkada serentak 2020 ini diundur tiga bulan dari semula 23 September 2020 menjadi 9 Desember 2020.
Bahkan DPC PKB Kabupaten Pekalongan telah lama mendeklarasikan Asip Kholbihi dicalonkan kembali pada Pilkada 2020, namun hingga saat ini siapa yang bakal menjadi pendampingnya masih menjadi misteri.
Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Bisri Romly menyampaikan, pelaksanaan Pilkada 2020 sudah di depan mata. Sebagaimana jadwal tahapan yang ada, pendaftaran perkiraan akan dilaksanaan pada bulan September 2020. Namun, lanjut dia, sampai saat ini siapa yang akan mendampingi Asip Kholbihi sebagai calon wakil bupati belum muncul.
"Padahal, siapa pendamping Pak Asip untuk maju dalam Pilkada 2020 ditunggu-tunggu publik. Tapi sejak awal kita sudah sampaikan mengenai siapa pendamping Pak Asip pada Pilkada 2020 kita serahkan ke DPW dan DPP PKB,"terangnya.
"Apakah nanti akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan atau dengan partai lainnya, bagi kami PKB yang paling penting Pak Asip Kholbihi bisa menang kembali dan terpilih sebagai Bupati Pekalongan lima tahun mendatang," sambung Bisri Romly.
Adapun Deklarasi dan doa bersama tersebut, diikuti semua Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pekalongan, pengurus PAC PKB dan sejumlah kiai sepuh Pekalongan. Menurutnya, deklarasi dan doa bersama ini menunjukkan bahwa momentum Pilkada 2020 adalah hal peristiwa penting dan menjadi perhatian serirus PKB Kabupaten Pekalongan.(yon)