Dindikbud Langsung 'Treatment' Guru

Jumat 22-10-2021,15:00 WIB

**Antisipasi Tindak Kekerasan di Sekolah

KAJEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan langsung menyikapi dugaan kekerasan terhadap siswa oleh oknum guru di salah satu SMP di Kecamatan Karanganyar. Diharapkan kejadian itu tak terjadi lagi kedepannya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Subagyo, saat membuka webinar dengan guru SD dan SMP, Kamis (21/10/2021) kemarin langsung memberikan penekanan kasus dugaan kekerasan di lingkungan sekolah tersebut. Sehingga ke depan kejadian serupa tak terulang lagi.

"Tadi pagi ketika membuka acara webinar Pak Bagyo selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan mengimbau kepada rekan-rekan guru, baik SD maupun SMP, dengan adanya kejadian ini mudah-mudahan untuk yang terakhir kali, tidak terulang lagi," ujar Kabid Dikdas Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Aji Suryo Sumanto, kemarin.

"Kepala sekolah dan yang bersangkutan tadi juga dipanggil ke kantor. Namun masih ada di Polres. Di lain waktu, mungkin besok atau kapan, kita juga akan datang ke sekolah," lanjut dia.

Dikatakan, dunia pendidikan di zaman dulu dan sekarang memang berbeda jauh. Sehingga guru pun harus menyikapinya dengan baik.

"Artinya dulu masanya masih kolonial, sehingga seperti waktu kecil kita sekolah bapak ibu guru kita penanganan ke anak agak ke fisik ya. Tapi hasilnya memang juga bagus. Terkadang kita butuh seperti itu," kata dia.

Namun, tandas dia, di era pendidikan sekarang hal-hal seperti itu harus dihindari. "Kita saat ini sudah ada Komisi Perlindungan Anak, KPAI. Ada program sekolah ramah anak dari pembulian dan perundungan. Kita ciptakan anak-anak kita biar nyaman dan aman ketika mereka menerima materi yang diberikan oleh guru," ujarnya.

Di sisi lain karakter anak, ujar dia, juga perlu dibentuk di sekolah. Apalagi anak-anak sudah lama tidak masuk sekolah akibat pandemi Covid-19. Tidak menutup kemungkinan karakter anak juga sudah berubah.

Oleh karena itu, pada saat kemarin mulai simulasi pembelajaran tatap muka. Setelah lama tidak masuk karena pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan lewat beberapa pertemuan dengan kepala sekolah, MGMP, KKG, dan K3S menekankan untuk sementara di awal pembelajaran kembalikan karakter anak dulu. "Karena mereka sejak Maret 2020 melaksanakan pembelajaran dari rumah. Artinya tidak menutup kemungkinan karakter anaknya itu berubah. Sentuh dulu karakternya.

Kembalikan dulu. Ketika sudah mendekati pada pembiasaan di sekolah dengan karakter yang sudah tercipta maka kita sudah bisa start secara ngegas," katanya.

Diakuinya terkadang ada guru yang agak kebablasan. Padahal, penanganan murid harus mengikuti aturan yang baku. "Tapi kenyataannya karena guru juga manusia terkadang guru itu mungkin ada permasalahan di rumah, permasalahan lainnya, hingga kebawa saat di sekolah," ungkap dia.

Dindik, tandas Aji Suryo, tidak bosan-bosannya memberikan arahan ke guru agar menghindari cara-cara kekerasan dalam mendidik anak-anak didiknya.

"Kita tidak berhenti sampai di situ. Di setiap pertemuan, rapat K3S, rapat MKKS, ini akan menjadi isu utama. Kami sampaikan agar rekan-rekan tidak melakukan lagi hal-hal di luar kepatutan yang semestinya dilakukan oleh seorang guru," tandas Aji Suryo. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait