Genangan Rob Tinggi, Bupati Pekalongan Pantau Warganya yang Terdampak Limpasan Air Laut

Kamis 16-05-2019,18:56 WIB

TINJAU - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Meninjau Permukiman di Desa Pecakaran yang Terdambak Rob Limpasan Air Laut.

KAJEN - Rob dari limpasan air laut sepekan terakhir menggenangi permukiman warga pesisir Kabupaten Pekalongan, bahkan dalam beberapa hari terakhir, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa di beberapa kawasan.

Mengetahui kondisi demikian Bupati Pekalongan Asip Kholbihi langsung mengajak jajarannya untuk melakukan pemantauan kondisi permukiman di kawasan-kawasan terdampak, seperti Kecamatan Wonokerto, Tirto, dan lainnya.

Salah satu kawasan terdampak yang dipantau langsung adalah Desa Pecakaran, karena dekat dengan hilir, sehingga tergenang cukup tinggi. "Ini bulan Mei hingga Juni memang air pasang sedang tinggi-tingginya, Pemkab sangat serius dalam penanganan masalah rob ini, sehingga dilakukan pemantauan langsung di kawasan terdampak," kata bupati.

Menurutnya, ada penanganan khusus yang sedang dilakukan oleh Pemkab untuk penanganan rob secara keseluruhan, dengan pembangunan tanggul melintang raksasa melalui tiga paket pekerjaan. Sedangkan untuk kawasan di Desa Pecakaran, Pesanggrahan, dan Bener, akan diusulkan pekerjaan paket 4.

"Sehingga seluruh wilayah pesisir di Kabupaten Pekalongan permasalahan rob dapat tertangani, dan teratasi secara keseluruhan. Kemudian akan dilakukan peninggian tanggul di sungai Sengkarang, serta pembuatan parapet apabila memungkinkan, akan diupayakan. Karena itu masyarakat saya minta untuk bersabar," tandas Bupati Asip.

Dijelaskan, terhadap pekerjaan penanganan rob di wilayah Kabupaten Pekalongan, Pemkab terus melakukan pemantauan dan progres pembangunan juga diamati, agar saat terjadi permasalahan langsung dapat diatasi.

"Selain roadmap atau peta penanggulangan rob, penataan infrastruktur juga sudah dirancang dan pendanaan disiapkan, seperti pembetonan jalan sampai Kelurahan Bener," ungkapnya.

Sementara Agusyanto, Koordinator Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, menyebutkan bahwa progres tanggul penahan rob sudah mencapai 85 persen, dan pekerjaan pembangunan rumah pompa sedang dalam proses serta akan segera terealisasi.

"Untuk sungai Sengkarang sendiri diharapkan tahun 2020 ada penanganan sendiri. Ini dilakukan penanganan karena rob masuk dari Sungai Sengkarang dan limpasannya ke tanggul-tanggul," terang Agusyanto.

Tags :
Kategori :

Terkait