Guru Diminta Hati-hati Dalam Bermedsos

Jumat 08-07-2022,13:15 WIB

KAJEN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, meminta kepada para dewan guru untuk berhati-hati dalam Bermedia Sosial (Medsos). Sebab belakangan ini perkembangan teknologi berkembang pesat sehingga tidak ikut terbawa hal negatif.

"Saya harap para guru agar hati hati dalam menggunakan Media Sosial," kata Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid dalam Bimtek Kurikulum Merdeka di hadapan ratusan guru PAUD, kemarin.

Diakui, memang dalam menggunakan Media Sosial ada dalam hati bergurau, namun disisi lain ada yang merasa tersinggung dan lainya sehingg bisa memicu terjadinya permasalahan.

"Hati-hati, mamang guyonan tetapi nanti bisa timbul permasalahan ini yang harus diwaspadai," katanya.

Selain hati-hati bermedsos, Kholid juga berpesan kepada dewan guru untuk memberikan pembelajaran dengan sepenuh hati. Karena apa yang diajarkan akan diserap untuk bekal masa depan anak anak.

"Jadi sentuhlah siswa-siswa kami, anak didik kami dengan baik. Apapun tugas-tugas bapak ibu ngurusi siswa, tetapi harus layak, dengan baik kepada anak didik kita. Karena anak anak itu sebagai calon generasi-generasi yang akan datang," pintanya.

Hal senada disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sebuah kegiatan PGRI belum lama ini. Guru diminta untuk menjaga nama baiknya. Apalagi di era digital untuk hati-hati dalam bermedsos. Guru pun diminta untuk mengajar dengan santun, baik, dan penuh kasih sayang.

"Saat ini zamannya teknologi. Murid-murid kita dari SD sampai SMA sudah pegang Hp. Saya berpesan agar hati-hati dalam bermedsos. Saya juga nitip kepada para guru menjaga nama baik guru Kabupaten Pekalongan. Ayo kita mengajar dengan santun, baik, dan penuh kasih sayang,"pinta Fadia.(yon)

Tags :
Kategori :

Terkait