Penyelenggara Pemilu Harus Jalani Tes Kesehatan Terlebih Dahulu

Senin 19-08-2019,15:21 WIB

KAJEN - Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kesehatan Penyelenggara Pemilu menjadi sorotan dalam rapat koordinasi kepengawasan yang di gelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan bersama Stakeholder di Hotel Dafam.

Dalam Rakor ini diikuti sebanyak 65 peserta yang terdiri dari berbagai unsur mulai dari pihak Bawaslu sendiri, KPU, Kepolisian, Kesbangpol, Dindukcapil, Dinkominfo, Satpol PP, Dishub serta Camat se Kabupaten Pekalongan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi menerangkan, bahwa banyak masukan dari para peserta rapat terkait tentang Sumber Daya Manusia (SDM) penyelenggara pemilu yang harus ditingkatkan. Sebagai contoh ada disalah satu kecamatan untuk penafsiran terkait suara sah itu kurang mengetahui, sehingga terjadi ketidaksingkronan data. Akibatnya, Bawaslupun mengeluarkan rekomendasi untuk penghitungan ulang.

"Kita akan meningkatkan kualitas dan kapasitas pengawas pemilu dan berkoordinasi dengan KPU untuk jajaran bawah agar lebih kita tingkatkan lagi," ucap Fahmi.

Ditambahkan, terkait tentang kesehatan penyelenggara pemilu agar sudah melalui uji kesehatan atau benar-benar fit. Hal itu mengacu pada pelaksanaan pemilu 2019 kemarin se-Indonesia banyak sekali yang sakit, bahkan sampai ada yang meninggal.

"Penyelenggara pemilu yang akan datang harus dipastikan sehat dan fit melalui uji kesehatan. Biar kejadian seperti pemilu 2019 tidak terulang lagi yang mengakibatkan banyak orang yang sakit, keguguran bahkan sampai meninggal dunia," jelas Fahmi.

Masukan yang disampaikan oleh peserta nantinya akan dilanjutkan ke tingkat provinsi dan diteruskan ke Bawaslu Pusat. "Semoga dengan adanya rakor pengawasan ini terkait segala permasalahan di pemilu serentak yang akan datang bisa diantisipasi dan diperbaiki, sehingga pemilu pilkada kabupaten Pekalongan tahun depan bisa terlaksana dengan baik," harapnya.

Sementara itu, Asisten 1 Setda, Ali Riza yang mewakili Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menuturkan bahwa evaluasi pengawan pemilu lebih ditingkatkan. Komunikasi dengan stakeholder bisa berjalan baik sehingga saling memahami tentang kegiatan pengawasan pemilu yang akan datang.

"Pelaksaan pengawasan pemilu yang sudah selesai bisa untuk memberikan masukan dan perbaikan kepada Bawaslu agar dalam pengawasan pemilu yang akan datang tidak lebih baik lagi," terang Ali.

Ali menambahkan, tahun depan akan ada pilkada di Kabupaten Pekalongan agar bawaslu dan para stakeholder sudah mempersiapkan lebih dini tentang pengawasannya dan menganalisa pemilu 2019 untuk bahan evaluasi.

"Apa yang sudah dicapai agar bisa dipertahankan dan ditingkatkan tentang penyelenggaraan pemilu, khususnya yang selama ini sudah berjalan secara terkoordinasi agar berjalan baik dan lebih diintensifkan untuk komunikasi dengan berbagai pihak," harapnya. (rir)

Tags :
Kategori :

Terkait