Resik-GO, Start Up Lokal Batang Kembangkan Sistem Zero Waste

Senin 17-04-2023,14:20 WIB
Reporter : Novia Rochmawati

*Mampu Olah Sampah Tanpa Limbah 

 

BATANG - Volume sampah di Batang kian meningkat tiap tahunnya. Selain itu, kapasitas TPA Randukuning Batang pun semakin overload. Hal ini turut menggugah kepedulian Isnen Ambar Santosa, bersama timnya yang untuk membuat Resik-Go. 

 

Start Up lokal Batang ini mulai merintis pengelolaan sampah lewat Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle TPS3R Zero Waste Kebun Semampir, Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Di sini sampah warga sekitar dihimpun dan diolah dengan metode zero waste.

 

Sampah diolah tanpa menjadi limbah dan menjadi beberapa item yang berguna untuk kehidupan masyarakat. Pengolahan sampah sendiri menggunakan alat pencacah sampah yang dikembangkan Resik-GO. Dimana sebelumnya inovasi ini berhasil memenangkan juara utama Lomba Krenova Jateng 2022. 

 

“Pengolahan sampah yang kami ciptakan itu Resik-Go Bumi Indonesia untuk mewujudkan lingkungan hunian yang asri,” kata Pengelola Resik-Go Isnen Ambar Santosa saat ditemui di Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jumat (14/4/2023).

 

Di TPS3R Zero Waste ini sampai diolah menjadi aneka produk. Mulai dari pupuk kompos, pupuk cair, maggot, dan kasgot.

 

“Sampah yang dikumpulkan saat ini masih dalam lingkup desa-desa yang ada di dekat Desa Semampir yang merupakan tempat pengolahan sampah kami. Ke depan bisa berkembang dan didukung Pemerintah agar dapat mengolah sampah dengan skala besar,” jelasnya.

 

Meski begitu, kini pengolahan sampah ini baru menjangkau daerah sekitar saja. Lantaran kapasitas pengolahan sampah hanya mampu menampung 3 ton sampah per hari. Oleh karenanya pihaknya saat ini sedang merintis kerja sama dengan stake holder. Sehingga nantinya bisa melakukan riset lebih lanjut untuk memaksimalkan produksi pengolahan sampah. 

Kategori :