Sementara itu, Salah satu pelatih renang, Khoirul menanggapi positif dengan dibukanya kembali kolam prestasi. “Alhamdulillah kolam renangnya bisa dibuka lagi buat latihan, walaupun ala kadarnya seperti ini. Yang penting anak-anak punya tempat untuk menyalurkan hobinya,” ungkapnya.
Ia mengharapkan, atap kolam renang prestasi segera dipasang, supaya atlet yang berlatih tidak terpapar sinar matahari langsung.
“Pintu kamar mandi juga ada yang rusak, atau kurang terawat, biar segera diperbaiki dan musala supaya diperluas lagi,” harapnya.
Dari segi struktur konstruksi sudah memenuhi standar kolam prestasi yakni 50 meter. Sedangkan di luar tidak memenuhi standar dan dari sisi biaya pun sangat berbeda.
“Di sini cuma Rp10 ribu, kalau di luar antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, yang pasti memberatkan orang tua atlet,” ujar dia. (fel)