Tak satu pun yang ia lakukan berjalan dengan baik, setiap langkah yang dia ambil berujung kesalahan, setiap keputusan menjadi bencana.
Hingga di suatu titik, dia memilih untuk mengakhiri hidup di suatu malam. Akan tetapi, situasi itu justru membawanya tiba di “The Midnight Library”, yakni perpustakaan yang berada di antara hidup dan mati.
Di sana ada jutaan buku yang berisi kisah hidup Nora dan ia berkesempatan untuk menjajal tiap kisah yang ia sesali tak jadi pilihannya selama ini.
Setelah membacanya, apakah Nora akan mengambil Keputusan yang berbeda tentang hidupnya? Kamu akan menemukan jawabannya dengan membaca novel terjemahan paling populer ini secara lengkap.
Funiculi Funicula karya Toshukazu Kawaguchi
Kembali ke penulis Jepang, novel terjemahan paling populer selanjutnya memiliki judul Funiculi Funicula.
Toshukazu Kawaguchi sebagai penulis bercerita tentang sebuah kafe mungil di gang kecil Tokyo. Bukan sembarang kafe, karena kafe ini ternyata bisa membuat orang berkelana dalam perjalanan waktu.
Pelayanan ajaib yang diberikan oleh kafe tersebut kemudian membuat banyak orang yang menyesal atau ingin kembali ke masa lalu mereka berbondong-bondong hadir untuk melakukan perjalanan waktu di kafe ini.
Sekilas terlihat mudah untuk melakukan perjalanan waktu ini. Akan tetapi ternyata mereka diharuskan mematuhi banyak aturan, salah satunya duduk di kursi dan menghabiskan kopi sebelum dingin.
Mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa p ergi ke masa lalu tidak bisa merubah apapun di masa sekarang. Meskipun hal ini sudah diberitahukan oleh pelayan kafe, apakah perjalanan ini sepadan bagi mereka?
BACA JUGA Bikin Nangis! Ini 3 Novel tentang Keluarga Broken Home yang Membuat Dadamu Sesak
Pachinko karya Min Jin Lee
Saking banyaknya penggemar dari novel terjemahan paling populer yang satu ini, Pachinko bahkan sudah diadaptasi ke dalam drama Korea dan dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas dari Negeri Gingseng ini, loh!
Pachinko mengisahkan keluarga Korea yang berimigrasi ke Jepang, saat kolonisasi Jepang mendominasi Korea. Kim Sunja, putri pemilik pemondokan di desa nelayan kecil telah hamil di luar nikah.
Gadis itu diselamatkan takdir ketika rohaniwan muda bernama Baek Isak, bersedia menikahi dan memboyongnya ke Jepang.
Di negeri di asing di mana para imigran Korea menggantungkan harapan kehidupan mereka ini, Sunja memulai kehidupan baru dengan berbagai persoalan yang menghadangnya.