Awal 2026, DKP Batang Bongkar Kondisi Kendaraan Dinas: 30 Persen Rusak Berat
CEK - Tim DKP Kabupaten Batang saat melakukan pengecekan kendaraan-IST-
BATANG – Kondisi kendaraan operasional Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang menjadi perhatian di awal tahun 2026. Dari hasil apel kendaraan yang digelar Jumat (2/1/2026), terungkap bahwa sebagian besar armada tak lagi dalam kondisi prima, bahkan 30 persen di antaranya rusak berat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Batang, Agung Wisnu Barata, mengatakan apel kendaraan tersebut sengaja digelar sebagai langkah awal memastikan kesiapan operasional dinas sepanjang 2026.
“Di awal tahun ini kami cek semua kendaraan operasional, untuk memastikan kesiapan mendukung kegiatan di bulan-bulan berikutnya,” ujar Agung.
BACA JUGA:Targetkan Naik Kasta, Persibat Batang Tancap Gas Persiapkan Liga 4
Menurutnya, pengecekan armada sangat krusial karena sebagian besar program DKP bersentuhan langsung dengan masyarakat pesisir dan lapangan.
“Kalau manusia dicek kesehatannya, kendaraan juga harus dicek. Apakah masih layak atau perlu penanganan,” katanya.
Dari total lima unit mobil operasional dan 44 unit sepeda motor, hanya sekitar 40 persen kendaraan yang dinilai masih dalam kondisi baik. Sisanya, 30 persen mengalami rusak ringan dan 30 persen lainnya rusak berat.
“Yang rusak berat ini rata-rata kendaraan lama, usianya sudah cukup tua dan pemakaiannya cukup berat di lapangan,” jelas Agung.
BACA JUGA:Batang Siap Hadapi Tantangan Fiskal dengan Efisiensi dan Pola Pikir Baru
Ia menyebut kendaraan milik penyuluh perikanan menjadi yang paling rentan rusak karena intensitas pemakaian yang tinggi dan medan kerja yang berat.
Meski kondisi armada jauh dari ideal, Agung menegaskan pihaknya masih optimistis kendaraan-kendaraan tersebut dapat diperbaiki secara bertahap.
“Harapannya yang rusak ringan maupun rusak berat bisa segera kita tangani, supaya operasional di 2026 tetap berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para pegawai yang tetap merawat kendaraan operasional meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Perawatannya sebenarnya sudah cukup bagus, tapi memang kondisi anggaran sangat terbatas karena efisiensi,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
