Asip Kholbihi: Pilkada Langsung atau DPRD, Yang Terpenting Figur Pemimpinnya
Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi.-Hadi Waluyo-
Karena itu, Asip memahami jika ada elit politik yang mendorong agar pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD. Namun ia memberi catatan tegas.
"Kalau memang kembali ke DPRD, partai politik harus terbuka. Jangan harus kader sendiri. Open recruitment, siapa pun yang dianggap baik oleh masyarakat harus diberi ruang," tegasnya.
Baginya, partai seharusnya menjadi fasilitator kehendak publik, bukan sekadar kendaraan elite.
"Orang baik itu sederhana ukurannya, ketika banyak orang mengatakan dia baik. Partai tinggal memfasilitasi agar figur itu bisa jadi pemimpin," katanya.
Asip juga menekankan pentingnya pemimpin yang benar-benar memahami daerah yang dipimpinnya.
"Pemimpin daerah itu harus paham betul kondisi sosio-kultural wilayahnya. Orang asing memimpin daerah itu susah," ujarnya.
Selain integritas, ia menyebut kemampuan teknokratis juga krusial.
"Pemimpin harus tahu prioritas pembangunan, memahami RPJP, RPJMD, sampai RKPD. Jujur dan tahu bidang tugasnya, itu saja sebenarnya kuncinya," katanya.
Di akhir perbincangan, Asip kembali menegaskan bahwa sistem hanyalah instrumen.
"Mau langsung atau tidak langsung, sama-sama demokratis dan dijamin undang-undang. Yang paling penting adalah bagaimana kita memfilter dan menghadirkan pemimpin yang benar-benar baik," pungkasnya.
Menurutnya, ikhtiar menghadirkan pemimpin lokal yang berintegritas adalah tanggung jawab bersama partai politik, elit, dan masyarakat.
"Kalau orang-orang baik difasilitasi menjadi pemimpin, Insya Allah daerah akan berjalan ke arah yang lebih baik," tutup Asip.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
