iklan banner Honda atas

Monitoring Pekerjaan Pembangunan, Wali Kota Tekankan Tepat Mutu dan Tepat Waktu

Monitoring Pekerjaan Pembangunan, Wali Kota Tekankan Tepat Mutu dan Tepat Waktu

KOTA - Untuk memastikan pelaksanaan proses pengerjaan pembangunan di Kota Pekalongan berjalan tepat mutu dan tepat waktu, Wali Kota HM Saelany Mahfudz SE dengan didampingi kepala OPD terkait melakukan monitoring, Jumat (18/09/2020).

Pelaksanaan monitoring dimulai dengan meninjau proses pembangunan puskesmas Jenggot, Pembangunan Lingkungan Industri Kecil (LIK) di Kuripan, pembangunan frontage di interchange tol Pekalongan, pembangunan ruang isolasi di RSUD Bendan, peninggian di Puskesmas Padukuhan Kraton, Pembangunan Gedung SD di Kelurahan Bandengan, dan pembangunan di kawasan wisata pantai Slamaran.

Saat diwawancarai Radar, Wali Kota mengatakan selama pelaksanaan monitoring di lapangan ternyata rata-rata semua pekerjaan hampir sesuai target waktu terpenuhi, bahkan ada yang melebihi. "Rata-rata progres pembangunannya mengalami kenaikan, bahkan untuk pembangunan SDN Bandengan mengalami kenaikan yang signifikan lebih tinggi 30 persen dari target yang ditetapkan," ucapnya.

Meski begitu yang mengalami keterlambatan, sambung Wali Kota, hanya IGD di rumah sakit Bendan sekitar 13 %. Hal tersebut disebabkan karena pengadaan barang-barang yang mengalami keterlambatan, seperti pengadaan lift yang baru datang pada awal bulan oktober mendatang, sebab harus import dari luar negeri.

"Meski demikian ada juga yang progres reportnya minus. Tapi pihak rekanan mengatakan optimis, begitu pengadaan barang yang dibutuhkan seperti import lift, serta pemesanan AC sudah tiba barangnya, akan langsung segera diproses instalasi. sehingga mampu mengejar progres yang ditetapkan," tuturnya.

Setiap ketemu dengan rekanan, Wali Kota selalu menegaskan pentingnya menjalankan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan, tidak hanya ketepatan waktu saja yang prioritaskan, akan tetapi kualitas bangunan juga harus diperhatikan. "Tidak hanya waktu lho ya, tapi juga mutu," tegas Saelany kepada para rekanan.

*Ajak Memilah Sampah
Pada hari yang sama, saat menjadi pembina Apel dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2020 di stadion Hoegeng. Jumat (18/9), Wali Kota mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah guna meminimalisir tumpukan sampah ke TPA. Mengingat permasalahan sampah di Kota Pekalongan saat ini bisa dibilang cukup memprihatinkan. Padahal, segala upaya telah dilakukan Pemerintah guna menangani permasalahan sampah yang ada terus dilakukan.

"Tim Jogo Kali sudah diluncurkan untuk menangani sampah-sampah yang ada di sungai, namun sampah-sampah masih terus berdatangan tidak ada habisnya.TPA kita juga sudah terlihat semakin menggunung dan terus bertambah. Terbatasnya lahan juga sudah tidak lagi mengakomodasi timbunan sampah yang dibuang ke TPA yang saat ini sudah melebihi kapasitas (overload),"ujarnya.

Wali Kota juga menginginkan paradigma pengelolaan sampah 'kumpul-angkut-buang' perlahan harus diubah menjadi 'pilah-kumpul-jual'. "Sehingga tidak lagi memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna dan harus dibuang, melainkan sampah sebagai bahan/sumber daur ulang sehingga bisa menjadi berkah bagi kita semua," terangnya.

Apabila pemilahan masyarakat dapat maksimal melakukan pemilahan dan pengolahan sampah, maka nantinya seminimal mungkin sampah yang berupa residu akan dikelola TPA. "Maka dari itu Pemilihan dan pengolahan sampah dari rumah dibutuhkan komitmen bersama baik dari Pemerintah, Komunitas dan masyarakat," bebernya.(dur)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: