Corona Melonjak Tajam
*56 Kasus, 17 Dirawat di RS Kesesi
*14 Pelajar Positif Covid
KAJEN - Kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan melonjak tajam. Hingga kemarin ada 56 kasus Covid-19 di Kota Santri. Sebanyak 17 orang di antaranya dirawat di tempat isolasi terpadu di RSUD Kesesi.
Kasus Corona juga sudah merambah pelajar. Sedikitnya ada 14 pelajar terpapar virus ini. Lima di antaranya dirawat di RSUD Kesesi. Oleh karena itu, satgas Covid akan melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM).
Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, kemarin, mengatakan, Covid-19 diprediksi mengalami lonjakan pada bulan Februari hingga Maret 2022. Dari sisi jumlah, diakuinya kasus di Kabupaten Pekalongan naik signifikan.
"Jumlah kasus aktif saat ini 56. Dirawat di Kesesi 17 orang. Jumlah anak sekolah yang positif 14. Diisolasi terpusat 5 karena tidak memungkinkan di rumah," terang Sekda.
Dengan lonjakan kasus yang ada, pihaknya langsung melakukan pertemuan dengan jajaran Polres Pekalongan dan Kodim untuk mengevaluasi perkembangan Covid-19. Dari pertemuan itu akan dilakukan pembatasan terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masyarakat.
"Sudah diterbitkan surat edaran Bupati terkait hal ini. Kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan akan kita tunda. Ada beberapa. Termasuk kegiatan pengajian yang menghadirkan beberapa ulama seperti Gus Miftah sementara kita tunda dulu dengan melihat perkembangan Covid di Kabupaten Pekalongan yang saat ini trennya sedang naik. Itu sudah kita lakukan komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Forkompinda," ujar Sekda.
Disebutkan, satgas lakukan uji petik di beberapa sekolah. Hasilnya ada beberapa yang positif dari beberapa sekolah. Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan PTM.
"Kita kan di level 2, PTM masih 50 persen. Dengan melihat perkembangan semacam ini kita akan pikirkan opsi-opsi yang lain. Yang pasti kita memikirkan keselamatan masyarakat di situasi seperti ini," ungkapnya.
Pemkab Pekalongan sudah membuka isolasi terpadu (isoter) di RSUD Kesesi. Sudah banyak warga yang masuk di situ. Pemerintah akan menyiapkan isoter sebagai kesiapan untuk mengantisipasi lonjakan Covid. Dari sisi logistik, obat, maupun SDM juga sudah disiapkan.
"Isoter untuk saat ini kita fokuskan di Kesesi sambil melihat perkembangan yang ada.
Jika memang diperlukan kita akan buka isoter di Puskesmas Wonokerto yang dulu untuk RSDC," katanya.
Sekda juga minta masyarakat untuk mematuhi prokes. Masyarakat tidak lagi abai dengan prokes. Tetap jaga jarak dan pakai masker. "Kita akan menggenjot lagi vaksinasi kita, terutama untuk lansia yang dosis duanya masih belum menggembirakan," tandas dia.
Disinggung kegiatan perekonomian, Sekda mengatakan, dari hasil koordinasi dengan kepolisian, gas rem akan dikendalikan. Artinya, dengan melihat kondisi yang ada segera akan melakukan penyekatan-penyekatan. Pasar tetap berjalan karena masih di level 2. Namun untuk kegiatan kerumunan akan ditunda.
"Yang jelas gas rem ini akan kita atur," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
