Corona Melonjak Tajam
Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwiantoro, mengatakan, kasus terbanyak dari klaster rumah tangga. Dikatakan, uji petik di 10 sekolah yang positif satu. Setelah dilakukan tracking satu-satu di sekolah ini ternyata ada satu atau dua di rumahnya yang positif. "Sehingga kita simpulkan klasternya rumah tangga. Untuk anak sekolah yang sakit sementara diisolasi dulu. Ada lima anak yang diisolasi di Kesesi karena memang rumahnya ndak memungkinkan," kata dia.
Pihaknya akan melakukan swab acak. "Kemarin saja saya mohon izin untuk melakukan uji petik di sekolah-sekolah. Ternyata dari 19 kecamatan, ada 10 sekolah yang terindikasi ada yang positif covid anaknya, walaupun di sekolah itu hanya satu, satu, satu. Ndak banyak. Dari jumlah sasaran yang kita lakukan uji petik itu, kita hanya temukan satu. Ndak banyak. Tapi itu kan faktor risiko," tandas dia.
Disebutkan, virus Corona itu dibawa orang. Tidak mungkin virus ini terbang sendiri. Rata-rata mereka yang positif dari Jakarta.
"Penyebarannya awalnya bepergian antar daerah antar kota yang di daerah tersebut sedang terjangkit transmisi virus.
Bagaimana upaya kita untuk menghambat itu. Ini harus kita rumuskan," ujar dia.
Uji petik di salah satu bus AKAP pun ternyata ada satu penumpangnya yang positif. "Kita coba ternyata ada yang positif juga. Untung sopirnya negatif hal hal demikian harus kita waspadai," kata dia.
Mereka yang positif banyak berusia produktif. Lansia juga ada. Anak-anak juga ada. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
