iklan banner Honda atas

Alat Berat akan Disiagakan di Daerah Atas

Alat Berat akan Disiagakan di Daerah Atas

KAJEN - Guna antisipasi bencana longsor di daerah atas, Pemkab Pekalongan siap menambah alat berat. Sehingga penanganan bencana longsor yang kadang bersamaan di sejumlah titik di wilayah pegunungan bisa cepat teratasi. Bahkan, tidak hanya alat berat saja tapi alat transportasi untuk mobilisasi ke daerah atas juga diperlukan.

"Kita akan tempatkan satu alat berat di wilayah daerah atas untuk standby di sana. Insya Allah di perubahan anggaran ini akan kita anggarkan," ujar Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, kemarin.

Sesuai prediksi BMKG, kata dia, puncak curah hujan akan terjadi di bulan Januari dan Februari 2022. Untuk itu, Bupati sudah perintahkan camat untuk standby di wilayahnya masing-masing.

"Kita sudah perintahkan camat untuk standby di wilayah masing-masing untuk mengkoordinasikan terkait penanganan kedaruratan kebencanaan," ujar Sekda.

Para ASN, terutama dari instansi kesehatan juga distandbykan di wilayah rawan bencana. "Jadi kita minta di wilayah-wilayah daerah atas untuk fokus di sana, standby di sana. Saya kira ASN siap untuk melayani masyarakat. Kita juga ada 119. Kita akan standby di Januari ini terkait dengan prediksi BMKG," katanya.

CEK RUMAH POMPA

Dikatakan, bencana di daerah atas adalah longsor. Di daerah bawah adalah banjir. Untuk itu, pemda juga sudah mengecek kondisi rumah pompa di wilayah pesisir agar tetap berfungsi dengan baik.

"Bupati juga tinjau ke Petung dan Wonokerto juga. Kita tinjau beberapa rumah pompa," ujar dia.

Yang lebih penting lagi, tandas Sekda, masyarakat untuk waspada terhadap curah hujan yang tinggi, terutama di daerah bantaran sungai. Di daerah atas juga untuk waspadai longsor dan longsor susulan.

SINERGITAS

Sementara itu, ADM Perhutani KPH Pekalongan Timur Untoro Tri Kurniawan, mengatakan, dalam rangka mengatasi bencana alam di wilayah KPH Pekalongan Timur, jajarannya selalu bersinergi dengan semua pihak. Baik itu TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat di sekitar hutan. Ia pun mengapresiasi gerak cepat semua pihak untuk mengatasi bencana alam yang terjadi.

"Perhutani selalu bersinergi dengan TNI, Polri, pemda, relawan, dan masyarakat jika ada bencana di wilayah kawasan hutan," ujar dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: