Urus Layanan Publik Wajib Vaksin
"Bayangkan dengan adanya varian baru di negara-negara maju di Amerika, Eropa, sudah gelombang tiga. Mereka sudah divaksin, pada praktiknya tetap tembus di varian baru. Maka benteng terakhir ini yang sudah vaksin itu mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian jika terpapar virus corona," ujarnya.
Masyarakat itu perlu diberi pengertian untuk menjaga diri sendiri dan keluarga yang dicintai untuk tidak ketularan virus corona. Dengan kultur juragan, masyarakat Kabupaten Pekalongan mobilitasnya tinggi. Tidak hanya antar kabupaten, antar pulau, bahkan banyak juragan batik, jins, dan lainnya yang bepergian ke luar negeri.
"Di Kabupaten Pekalongan juga sempat muncul kasus usai pulang dari Afrika Selatan. Ternyata membawa virus. Mereka sudah sembuh saat ini.
Mobilitas warga Pekalongan bisa dibilang tinggi. Kabupaten Pekalongan kulturnya juragan. Bisnisnya banyak yang melanglang dunia. Juragan batik, jins, dan sebagainya sangat banyak di kita ini. Maka sangat rawan apabila mobilitasnya tinggi itu. Dia mungkin ndak sadar kena, tapi keluarganya yang belum vaksin ini yang bahaya," tandas dia.
Disebutkan, ada 10 kecamatan yang cakupan vaksinasinya cukup rendah. Untuk lansianya yang harusnya sudah 40 persen, ada yang baru 9 persen, atau 10 persen.
"Terakhir ini 9 kecamatan yang cakupannya belum 40 persen. Ini yang indikator menjadikan kita masih di level 3. Maka di minggu ini kita kejar lansia yang kurang dari 40 persen, agar dapat 40 persen di masing-masing kecamatan," katanya.
Cakupan vaksinasi rendah itu tak hanya di wilayah pegunungan. Wilayah perkotaan pun ada.
"Kayak Wonopringgo. Wiradesa yang gandengan dengan perkotaan ternyata juga kurang. Intinya di kesadaran. Sampai capek. Pak Camat, pak Kadinkes, pelayanan di Puskesmas sampai capek. Bahkan sampai serbuan ke rumah. Rumahnya digedok, orangnya ndak ada. Ngumpet di tempat lain, daerah lain," tuturnya.
"Maka ayo kita dorong vaksinasi itu buat benteng terakhir yang harus dilakukan di diri sendiri kita. Dan menjaga orang yang dicintai kita," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Agus Susilo mengapresiasi adanya SE itu. Menurutnya, itu merupakan kebijakan yang bagus dan tegas untuk mendorong masyarakat mau melakukan vaksinasi.
"Untuk sementara ini tanggapan masyarakat di bawah masih bagus," imbuh dia.
Berdasarkan data di Dinas Kesehatan, cakupan vaksinasi sampai tanggal 16 November 2021 dari sasaran 747.881, untuk dosis 1 sudah 402.442 (53,81%), dosis 2 sudah 217.460 (29,08%), dan untuk dosis 3 sudah 2.515 (0,34%). Total sudah 622.417 orang tervaksin (41,61%). Khusus sasaran lansia sebanyak 73.847, dosis 1 baru 23.946 (32,43%) dan dosis 2 baru 12.653 (17,13%).(had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
