iklan banner Honda atas

Bangun Jembatan Jangkar Butuh Rp1,150M

Bangun Jembatan Jangkar Butuh Rp1,150M

*Jembatan Sibendo Butuh Rp 200 Juta
*Jembatan Glotak 1 Pekan Akan Ditangani Darurat

LEBAKBARANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan Taru) Kabupaten Pekalongan berencana membangun kembali Jembatan Jangkar (Jembatan Mirah 1) di jalur Karanganyar - Lebakbarang yang putus dihajar longsor. DPU mengusulkan anggaran pembangunan jembatan itu sebesar Rp 1,150 Miliar.

Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, kemarin, menerangkan, pihaknya akan berusaha secepatnya membangun kembali Jembatan Mirah 1 di Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, yang putus diterjang longsor. Pasalnya, jembatan itu akses utama masyarakat Kecamatan Lebakbarang melalui jalur Karanganyar - Lebakbarang.

"Secepatnya akan kita usulkan pembangunan jembatan baru dengan ukuran panjang 8 meter, lebar 6 meter. Perkiraan biayanya Rp 1, 150 Miliar. Volume jembatan lebih besar karena menyesuaikan kondisi di lapangan paska longsor terjadi," terang Bambang.

Disebutkan, untuk membuka aksesibilitas warga Lebakbarang telah dibuat jalur darurat di lokasi jembatan yang putus itu. Kendaran roda dua dan empat sudah bisa melintasinya. Pengendara diimbau untuk hati-hati saat melalui jalur tersebut.

Sebelumnya diberitakan, setelah terisolir beberapa hari karena Jembatan Jangkar di Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang hancur dihajar longsor, akses jalur Karanganyar - Lebakbarang kembali normal. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintasi jalur itu setelah pemda membuat jembatan darurat.

"DPU Kabupaten Pekalongan sudah membuat jalan darurat dengan memasang enam blok disamping Jembatan Mirah 1 (Jembatan Jangkar) yang putus, sehingga Jalan Raya Karanganyar - Lebakbarang sejak hari Jumat (28/1/2022), sudah bisa dilewati kendaraan roda 2 dan 4," terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo.

Sementara itu, pihaknya juga akan berusaha secepatnya untuk membangun kembali Jembatan Sibendo di Desa Kajongan, Kecamatan Kajen yang putus diterjang banjir. Jembatan itu miliki panjang 5 meter, dengan lebar 4 meter. Taksiran biaya untuk perbaikan jembatan ini Rp 200 juta. "Taksiran untuk penanganan Jembatan Sibendo Rp 200 juta. Meski jembatan ini putus, namun masih ada beberapa jalur alternatif," imbuh Bambang.

Kades Kajongan, Eko Triwarso, mengatakan, jembatan itu menghubungan Kota Kajen dengan Desa Kajongan, Pekiringan Ageng, Brengkolan, dan Desa Pringsurat. Menurutnya, ada dua jalur alternatif paska penutupan Jembatan Sibendo. Yakni melintasi jalur Pekiringan Ageng - Gandarum - Kajen, dan jalur Pringsurat - Sukoyoso - Sinangohprendeng - Kajen.

Pemkab Pekalongan juga berupaya untuk secepatnya menangani Jembatan Glotak di Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, yang putus.

"Kita sudah cek lapangan kondisi Jembatan Glotak di Blimbingwuluh yang putus. Kita tadi sudah lakukan survei bersama dengan dinas teknis. Intinya dalam waktu satu minggu ini akan kita selesaikan penanganan daruratnya. Insya Allah dalam satu minggu ini agar masyarakat bisa melakukan akses terhadap jembatan tadi," ujar Sekda M Yulian Akbar. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: