Pergerakan Tanah Kian Parah, Warga Wonosari Mulai Cemas
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo dihubungi usai meninjau lokasi tanah gerak di desa itu, kemarin sore, menyatakan, kondisi di lokasi masih terjadi tanah gerak. Belum berhenti. Sehingga kerusakan jalannya tambah parah.
"Perkembangan tanah geraknya kelihatan. Pertama retaknya sedikit. Terus tambah, terus tambah kayak gitu. Kejadian di lokasinya berkembang. Ndak langsung parah. Jadi kan kelihatan (masih ada gerakan tanah, red)," kata Budi.
Dampak sementara yang terganggu untuk lalu lintas warga satu pedukuhan, yakni warga Dukuh Wonosari. Untuk kendaraan tidak bisa lewat. "Untuk kendaraan roda dua masih bisa walaupun agak susah. Roda empat sama sekali tidak bisa. Jalan sepanjang 125 meter ambles. Ada jalan alternatif, motor bisa lewat," ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, lanjut Budi, pihaknya imbau masyarakat untuk selalu waspada karena tanah masih terus bergerak. "Ini masih musim hujan. Kita mohon untuk disampaikan kepada masyarakat untuk waspada," tandas dia.
Untuk penanganan jalan yang rusak masih menunggu pergerakan tanahnya berhenti.
"Karena tanahnya masih gerak terus belum bisa ditangani dalam waktu dekat ini. Tapi nanti untuk darurat kan ada perencanaan dari DPU. Untuk waktunya yang masih menunggu," ujar dia.
"Untuk pemukiman Alhamdulillah masih aman. Yang parah memang jalan ini. Yang turunnya 1,5 meter. Untuk pemukimannya sementara kan masih aman. Cuma kalau terus menerus bergerak kan mengancam juga," lanjut dia.
Ditambahkan, di Trajumas ada riwayat dua kali relokasi karena bencana tanah gerak. Yakni tahun 2008 dan 2012. Relokasi saat itu dilakukan untuk warga Dukuh Wonosari dan Trajumas.
"Memang belum ada EWS. Kemarin yang kita pasang di Bodas dan Garungwiyoro. Kita nanti akan rencanakan. Ini masih dalam pantauan karena masih gerak terus," imbuh dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
