iklan banner Honda atas

PERSAMI BERUJUNG MAUT

PERSAMI BERUJUNG MAUT

*Rombongan SMPN 3 Sragi Pramuka Ditabrak Pikap
*Satu Pelajar Tewas, Dua Luka-luka

SRAGI - Kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) di SMPN 3 Sragi, Kabupaten Pekalongan, berujung maut. Seorang anggota Pramuka peserta giat jelajah malam tewas tertabrak pikap. Dua pelajar lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Musibah itu terjadi di Jalan Raya Bulaksari, tepatnya di perbatasan Desa Bulaksari dengan Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Sabtu (6/8/2022) petang, sekitar pukul 17.30 WIB. Pelajar yang meninggal bernama Muhammad Taufiqul Azis (MTA) (12), warga Desa Ketanon Ageng, Kecamatan Sragi. Dua pelajar lainnya dirawat di RSUD Kraton. Yakni Agustian Putra Ardita (APA) (11), warga Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi, dan Khusnia Faridatul Aprilia (KFA) (12), warga Desa Krasak Ageng, Kecamatan Sragi.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar, kecelakaan maut itu diduga akibat pengemudi mobil pikap L 300 nopol G 9675 B berinisial EF (26), warga Kabupaten Batang, belum mahir mengemudikan kendaraannya. EF petang itu tengah belajar nyetir mobil di jalanan itu dengan didampingi calon mertuanya.

Saat melintasi jalan di perbatasan desa tersebut, pengemudi ini kaget saat ada rombongan anak-anak Pramuka. Diduga kaget itulah pengemudi ini panik.

Seharusnya rem yang diinjak, namun justru gas yang diinjak. Sehingga rombongan Pramuka yang tengah giat jelajah malam itu tertabrak mobil pikap tersebut.

Kapolsek Sragi AKP Farid Amirullah, mengatakan, kecelakaan itu bermula saat ada orang tengah latihan menyetir mobil. Saat latihan itu, ada anak-anak lagi jalan-jalan di jalan. "Kemungkinan kurang lihai sehingga terjadi kecelakaan itu. Korban meninggal satu. Sudah dibawa keluarganya untuk prosesi pemakaman. Proses selanjutnya kita serahkan ke unit laka lantas Satlantas Polres Pekalongan," terang AKP Farid.

Sementara itu, EF didampingi calon mertuanya tampak syok saat diamankan di Mapolsek Sragi. Ia tampak selalu menangis. "Awalnya belajar nyetir lha kulo niku kaget nginjak remnya itu malah ngegas," tutur Tasuri, calon mertua EF.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Sragi Arifin usai musibah itu langsung menghentikan kegiatan Persami. Pelajar yang alami kecelakaan itu tengah mengikuti kegiatan Persami KBO di lapangan sekolah itu. Kegiatan Persami sesuai jadwal seharusnya dilaksanakan tanggal 6-7 Agustus 2022.

"Kejadiannya di pinggir sawah, tepatnya di perbatasan Bulaksari dan Sumub Lor itu ada mobil dikemudikan seorang putri yang lagi belajar naik mobil L300.

Tanpa kendali mau nginjak rem tapi salah nginjak gas menabrak lima siswa kami. Meninggal satu orang, dua orang luka ringan tapi butuh perawatan di Kraton. Dua orang lagi dirawat keluarganya karena lukanya sangat ringan. Anak-anak tengah ikuti kegiatan perkemahan Sabtu malam Minggu, yaitu penerimaan penggalang baru," terang Kasek SMPN 3 Sragi, Arifin.

Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Munawwarah, kemarin siang, mengatakan, pihaknya baru selesai melakukan olah TKP. Kemarin siang, pihaknya melakukan pemeriksaan awal terhadap pengemudi dan saksi-saksi. "Pihak keluarga masih berduka. Untuk korban meninggal sudah dimakamkan tadi pagi," katanya.

Kasat Lantas Polres Pekalongan mengungkapkan, pengemudi Mitshubishi L300 pikap melaju dari arah utara ke selatan. Sesampainya di lokasi, pengemudi belok ke arah timur dengan masuk ke gang. Namun selanjutnya justru menabrak pejalan kaki yang berdiri di tepi jalan sebelah kiri.

Akibat kejadian tersebut, satu orang pejalan kaki meninggal dunia. Dua orang pejalan kaki lainnya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSUD Kraton.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: