Tim Gabungan Bangun Jembatan Darurat
**Bhayangkari Salurkan Bantuan Logistik
KAJEN - Untuk mempermudah akses jalan penghubung antar desa di Kecamatan Lebakbarang, tim gabungan membangun jembatan darurat. Upaya dilakukan di salah satu titik tanah longsor yang paling parah yakni, Dukuh Mendolo, Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang.
Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria, kepada sejumlah wartawan di Mapolres menyampaikan, langkah penanganan bencana longsor sudah dilakukan oleh Tim Gabungan TNI, Polri, Pemkab.
''Alhamdulillah saat ini jembatan jangkar yang ambruk sudah kami buatkan jembatan darurat, namun hanya bisa dilewatii kendaraan roda dua,'' katanya.
Dijelaskan, saat ini baru kendaraan roda dua yang lewat. Itupun harus bergantian karena lokasinya sangat sempit. Meskibegitu, keberadaan jembatan dadurat ini bisa membantu masyarakat sekitar yang ingin menuju ke luar daerah. Saat ini juga masih dilakukan perbaikan di akses jalan itu supaya bisa dilewati kendaraan roda empat.
Selanjutnya, Tim gabungan hingga sekarang juga masih melakukan pembukaan sejumlah askes jalan yang masih ditumpuki matrial longsor. Ada dua akses jalan yang sedang dikerjakan yakni di Dukuh Timbangsari, dan lokasi lain berada di atas dukuh tersebut.
"Semoga dengan dikerjakan bersama sama dan dibantu alat berat, proses pembukan sejumlah ruas jalan bisa secepatnya dilakukan," terangnya.
Untuk data terakhir yang dihimpun tim Polres Pekalongan, ada sekitar 108 KK di Kecamatan Lebakbarang yang terdampak musibah tanah longsor. Warga tersebut masih membutuhkan bantuan logistk lantaran akses jalan untuk keluar daerah masih tertutup. Jika ingin bepergian, mereka harus berjalan kaki melewati matrial longsor yang menutupi jalan.
''Kami kemarin sudah mengirimkan bantuan logistik berupa beras, dan kebutuhan lainnya kepada warga setempat. Hari ini kita salurkan 108 paket sembako kepada warga yang terdampak bencana tanah langsor, diantaranya Dukuh Mendolo sebanyak 52 KK dan Dukuh Timbangsari 56 KK," jelas Kapolres.
Saat membawa barang barang logistik tersebut, anggotanya harus berjalan kaki dan membawanya secara estafet. Kendaraan memang bisa lewat, tapi harus berhati hati. Semua logistik dibawa dengan sepeda motor hanya sampai ke ujung desa dan anggota lain secara estafet menuju ke pemukiman warga yang terisolir.
Adanya musibah tanah longsor di Kecamatan Lebakbarang membuat pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Pekalongan melakukan aksi sosial. Mereka menyumbang sebanyak 110 paket sembako untuk warga sekitar yang sampai sekarang terisolir dan membutuhkan bantuan logistik, Jumat (28/1). Ke depan, jika memang dibutuhkan maka Bhayangkari Cabang Pekalongan akan menyumbang bantuan barang-barang untuk kesehatan warga yang terisolir.
"Dengan adanya bantauan ini sedikitnya dapat meringankan beban warga yang terkena bencana alam. Semoga bantuan ini dapat berguna dan bermanfaat dalam kebutuhan sehari-hari yang saat ini dirasakan bagi keluarga yang terkena musibah ini, "kata Ketua Bhayangkari Cabang Pekalongan Ny. Retno Arief Fajar.
Adapun semua bantuan paket sembako kemudian dibawa ke lokasi bencana dengan menggunakan truk milik Polres Pekalongan. Mereka dikawal beberapa personel yang berkendaraan roda dua untuk keperluan mensuplai logistik hingga ke rumah rumah warga. Pemberangkatan bantuan paket sembako digelar di halaman depan Mapolres setempat yang dipimpin Kapolres pekalongan. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
