iklan banner Honda atas

Prodi PBSI FKIP Unikal Gelar Seminar Nasional Satria

Prodi PBSI FKIP Unikal Gelar Seminar Nasional Satria

--

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID- Dalam rangka menghadapi tantangan di era digital sekaligus merayakan capaian akreditasi unggul, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar seminar nasional Satria yang bertajuk Literasi Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Era digital.

Seminar yang mengundang narasumber berkompeten dalam bidang Cyber Kompol Sentot Ambar Wibowo SH MH akan menyampaikan topik bahasa dan Undang-undang ITE, Dosen UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto sekaligus juga penulis dan peneliti buku bacaan anak Dr Heru Kurniawan MA membawakan topik Sastra anak dan penguatan pendidikan karakter serta Dr Ika Arifianti MPd Dosen Unikal yang juga merupakan saksi ahli bahasa akan menyampaikan topik transformasi linguistik forensik. 

Ketua panitia Kegiatan Dr Fachrudin Eko Hardiyanto MPd menegaskan bahwa seminar ini merupakan upaya menjaga Marwah bangsa melalui bahasa, karena itu seminar ini mengundang berbagai narasumber yang sangat berkompeten dalam bidangnya sehingga para peserta memiliki pemahaman lebih luas tentang etika berbahasa di ruang publik. 

“Saat ini kita banyak melihat kasus-kasus yang berpindah ke meja hijau karena faktor bahasa, orang tidak cermat menggunakan bahasa, orang ceroboh menggunakan bahasa, posting dengan pernyataan kasar, menyinggung orang lain bahkan saling menyerang tanpa berpikir bahwa bahasa itu punya dampak sosial yang luar biasa dalam pembangunan bangsa. Oleh karenanya Seminar Satria ini hadir untuk memberikan edukasi pentingnya pengelolaan berbahasa,” ungkapnya.

Ditambahkan olehnya, yang tak kalah pentingnya dari dampak bahasa ini adalah pada pendidikan karakter untuk anak-anak. Saat ini banyak sekali anak-anak yang menyerap bahasa-bahasa sosial media yang kurang mendidik bahkan cenderung sarkastik. 

“Keprihatinan juga muncul pada anak-anak di era digital ini, saat ini mereka sering menggunakan bahasa yang sarkastik bahasa yang tidak membangun, mereka gak paham tapi sudah mencerminka kepribadian mereka. Sehingga di forum satria dibicarakan dalam tema tersendiri,” ujar Eko.

Seminar Nasional Satria ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa dosen guru hingga pemerhati pendidikan Selain itu terdapat 145 pemakalah pendamping yang turut menyumbangkan pemikiran diharapkan melalui seminar ini lahir gagasan-gagasan dari perguruan tinggi dalam mengawal proses pendidikan baik formal maupun non formal agar lebih bijak santun dan berhati-hati dalam menggunakan bahasa.

Sementara itu, Rektor Unikal Dr Andi Kushermanto SE MM menyampaikan bahwa seminar Satria ini adalah wujud rasa syukur karena Prodi PBSI telah meraih status unggul, seminar ini menjadi yang pertama digelar oleh PBSI dalam rangka merespon era digitalisasi yang membawa banyak perubahan termasuk dinamika kreativitas dan inovasi dalam bersastra.

“Kami berharap melalui seminar ini pihak kepolisian dapat memberikan masukan terkait persoalan kejahatan cyber terutama dalam kaitannya dengan kebebasan berkarya di tengah regulasi seperti undang-undang informasi dan transaksi elektronik atau uu ite,” pungkasnya.(mal)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait