Bule Belgia Terpikat Pesona Teh dan Budaya Lokal Blado Batang
One Day Tour Tea Blado yang diikuti oleh Wisatawan Belgia-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG – Udara sejuk pegunungan Blado di Kabupaten BATANG menyambut hangat kedatangan 13 wisatawan asal Belgia dalam program One Day Tour De.Blado, Kamis (24/7/2025). Bukan sekadar perjalanan wisata biasa, program ini menyuguhkan pengalaman budaya yang menyentuh, menghadirkan interaksi langsung dengan alam dan masyarakat lokal dalam suasana yang penuh kehangatan dan ketulusan.
Rangkaian tur dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan Tea Walk, mengajak para wisatawan menyusuri hamparan kebun teh yang membentang hijau di kaki gunung.
Selama perjalanan, mereka tak hanya menikmati panorama, tetapi juga mendapat edukasi tentang proses produksi teh dari tim Nala Tea. Dari pemetikan hingga pengolahan, para tamu diajak memahami filosofi teh sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Blado.
“Ini bukan sekadar tentang teh, tetapi bagaimana masyarakat menjadikan teh sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan,” jelas Rizal, pengelola De Blado.
Ia menambahkan, sejak awal program ini dirancang agar memberikan pengalaman menyeluruh—menyentuh aspek batiniah wisatawan melalui interaksi yang otentik dan membumi.
Sentuhan budaya semakin terasa saat rombongan disambut pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Mertidesa. Gerak gemulai para penari memperlihatkan harmoni dan filosofi kehidupan masyarakat pesisiran Jawa Tengah yang kaya makna. Senyum dan tepuk tangan spontan dari para wisatawan menjadi bukti betapa kuat ikatan emosional yang terbangun antara tamu dan tuan rumah.
BACA JUGA:Bupati Batang Raih Apresiasi Regional Atas Komitmen Industri Berkelanjutan
Tak hanya disuguhi tontonan, para wisatawan juga dilibatkan langsung dalam kegiatan warga. Mereka diajak mencicipi opak buatan pengrajin lokal, makan siang bersama dengan hidangan khas desa, hingga mengunjungi rumah warga di Desa Besani untuk melihat keseharian masyarakat dari dekat.
"Semua dikemas dalam nuansa kekeluargaan, memperlihatkan bahwa keramahan dan keterbukaan adalah bagian dari identitas Batang," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
