Wabup Sukirman: Peringatan Harganas ke-32 Momentum Perkuat Peran Keluarga dan Percepatan Penanganan Stunting
--

--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, membuka secara resmi kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dan Rembug Stunting Tahun 2025 tingkat Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A P2KB). Acara ini berlangsung di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis pagi 7 Agustus 2025, dan mengangkat tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju.”
Dalam sambutannya, Wabup Sukirman menyampaikan bahwa penanganan stunting di Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong oleh Bupati Fadia Arafiq. Ia menegaskan bahwa penurunan angka stunting di daerah tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat. “Keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi, termasuk terobosan dan komitmen Ibu Bupati yang secara konsisten mendukung upaya peningkatan ketahanan keluarga dan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Menurutnya, momentum Harganas ke-32 harus dijadikan sarana untuk merenungkan kembali pentingnya fungsi dan peran keluarga dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. “Ibu Bupati berharap agar Harganas tahun ini menjadi refleksi bahwa dari keluarga yang kuat akan lahir generasi penerus yang tangguh dalam menghadapi tantangan bangsa,” ujar Sukirman.
Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih, SH., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Sekda M. Yulian Akbar, Ketua GOW dan Dharma Wanita Persatuan, serta unsur Forkopimda lainnya. Dalam sambutannya, Eka Sulistia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini dan peluncuran lima program unggulan (quick win) BKKBN yang akan diterapkan di Kabupaten Pekalongan.
Kelima program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan Super Apps Keluarga Indonesia. Menurut Eka, semua inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat peran keluarga dalam mencetak generasi berkualitas menuju “Indonesia Emas”.
Plt Kepala DP3A P2KB Kabupaten Pekalongan, Ali Akbar, dalam laporannya menambahkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa upaya penurunan stunting memerlukan keterlibatan semua pihak secara konsisten dan menyeluruh.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan forum Rembug Stunting yang menghadirkan narasumber dari BKKBN Jateng dan Sekda Kabupaten Pekalongan, serta dimoderatori oleh Asisten Administrasi Umum Sekda, Anis Rosidi, S.Sos., M.Si. Forum ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan mulai dari kepala puskesmas, penyuluh KB, PPKBD, organisasi keagamaan, BUMN/BUMD, akademisi, serta perwakilan Forum Genre dan Forum Anak. (ADV)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
