iklan banner Honda atas

37 Tenaga Kesehatan Baru Disumpah, Rektor Unikal Pesan Jaga Integritas dan Nilai Kemanusiaan

37 Tenaga Kesehatan Baru Disumpah, Rektor Unikal Pesan Jaga Integritas dan Nilai Kemanusiaan

--

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.CO.ID- – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar upacara angkat sumpah profesi bagi 37 lulusannya pada Rabu, 17 Oktober 2025. Acara ini melantik 22 orang lulusan Program Studi Profesi Ners dan 15 orang lulusan D3 Fisioterapi.

Acara berlangsung penuh khidmat, menandai awal pengabdian para lulusan di dunia kesehatan. 

Menurut Wakil Dekan I Bidang Akademik FIK Unikal, Isrofah, S.Kep., Ns., M.Kep., lulusan tahun ini menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 22 lulusan Profesi Ners meraih predikat cumlaude(100%), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 4,00 diraih oleh Wahyuni Nur Safitri, S.Kep., Ns.

Sementara itu, dari Program Studi D3 Fisioterapi, 11 orang (73%) lulus dengan predikat cumlaude dan 4 orang (27%) dengan predikat sangat memuaskan. IPK tertinggi untuk program ini diraih oleh Dewi Salma, Amd.Kes, dengan nilai 3,91.

Dalam sambutannya, Isrofah menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran pendidikan. 

"Kami selaku Pengelola FIK Unikal mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dan selamat atas keberhasilan saudara menyelesaikan pendidikan," ucapnya. 

Ia juga berharap para alumni dapat menjalankan tugasnya sebagai tenaga kesehatan dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unikal, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., memberikan pesan mendalam kepada para lulusan. Ia menekankan bahwa sumpah profesi bukan sekadar seremonial, melainkan janji suci yang akan melekat seumur hidup.

"Sumpah yang baru saja diucapkan bukan hanya rangkaian kalimat yang indah, tapi juga janji suci yang akan melekat seumur hidup, kepada Tuhan, kepada kemanusiaan, dan kepada nurani saudara sendiri," tegas Rektor Andi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan ilmu dan hati dalam melayani pasien. 

“Di dunia kesehatan, pengetahuan tanpa hati hanyalah keterampilan kosong. Tapi hati tanpa ilmu juga tidak bisa menyelamatkan jiwa manusia, keduanya harus berjalan seiring," jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor Andi berpesan agar para lulusan menjadikan pekerjaan mereka sebagai pengabdian kemanusiaan. "Mulai hari ini, tindakan saudara bukan lagi sekadar praktik profesi, tetapi pengabdian kemanusiaan," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait