Diminati, Penerimaan Mahasiwa UT Capai 1369 Orang

Diminati, Penerimaan Mahasiwa UT Capai 1369 Orang

KULIAH - Mahasiwa Universitas (UT) Semarang sedang menjalani kuliah.

SEMARANG - Ternyata, minat masyarakat untuk kuliah di Universitas Terbuka (UT) sangat besar sekali. Buktinya di awal tahun 2019 ini, UT UPBJJ Semarang menerima 1369 mahasiswa baru, yang terbagi dalam 4 fakultas. Masing-masing FMIPA, FE, FHISIP, dan FKIP.

Direktur UPT UT Semarang, Dr Hj Suparti MPd mengatakan, mulai masa 2019, ini pula mahasiswa disuguhi edukasi sistem pendidikan jarak jauh yang menjadi dasar layanan Universitas Terbuka (UT). Tujuannya untuk memahamkan, dan melatih agar mahasiswa terampil belajar, dan sukses belajar di UT tepat waktu, dan dengan prestasi yang gemilang.

"Mereka perlu sekali mendapatkan bekal tentang belajar jarak jauh (BJJ). Tiga kegiatan yang dirancang yakni: Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB), Pelatihan Keterampilan BJJ (PKBJJ), dan Klinik Belajar," ucapnya.

Untuk kegiatan OSMB, sambung Suparti, UT Semarang menyelenggarakan di Kabupaten Pekalongan, Pati, Rembang, dan Demak. Adapun mahasiswa yang tinggal di kota dan kabupaten Semarang serta Kendal mengikuti OSMB di Kantor UPBJJ-UT Semarang Jalan Raya Semarang-Kendal KM 14,5 Mangkang Wetan, Semarang pada awal (2 Maret 2019) dan akhir (15 Maret 2019).

"Nanti kegiatan PKBJJ secara serentak dilaksanakan di tujuh lokasi yakni di Demak, Jepara, Kudus, Pati, Blora, Kendal, dan Pekalongan pada tanggal 16-17 Maret 2017," ungkapnya.

Gelombang terakhir dilaksanakan di Kantor UT Semarang pada tanggal 24 Maret 2019 dan 3 April 2019. Pada gelombang terakhir ini, mahasiswa baru yang belum sempat mengikuti di 7 lokasi sebelumnya dipersilakan mengikuti di kantor UT Semarang 3 April 2019.

"Melalui edukasi ini, diharapkan mahasiswa terampil belajar mandiri dalam mengelola waktu belajar, membaca bahan ajar secara efektif, dan sukses menghadapi ujian akhir semester (UAS) serta tugas-tugas lainnya," tuturnya.

Skema belajar praktis untuk mendukung proses belajar mandiri dilatihkan pada kegiatan tersebut. Begitu pula dengan mekanisme strategi belajar efektif. Konteks belajar efektif bukan hanya slogan semata, namun ada cara jitu yang mereka dapat pahami dan lakukan secara mandiri.

Suparti menjelaskan, PKBJJ benar-benar diharapkan sebagai solusi yang selama ini dikeluhkan oleh mahasiswa yang belum terbiasa belajar mandiri. Selain belajar mandiri, mahasiswa dapat belajar secara berkelompok dengan mahasiswa lain baik dalam prodi yang sama atau berbeda.

"Dalam prodi dan semester yang sama, mahasiswa dapat membentuk kelompok belajar untuk meminta layanan tutorial tatap muka (TTM) selain tutorial online yang merupakan modus utama di UT," ungkapnya.

Kelompok belajar semacam ini memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan TTM yang diselenggarakan di lokasi terdekat dengan domisili mahasiswa. Apalagi nilai tutorial dapat dikontribusikan dalam penentuan nilai akhir semester, yakni sebesar 50% untuk TTM, dan 30% bagi tuton.

"Dengan demikian tiada kata sulit untuk belajar dan lulus mata kuliah dengan cemerlang. Mari maju bersama Universitas Terbuka, PTN untuk semua," ajak Suparti. (dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: