Viral, Guru Aniaya Siswa
**Kejadian di SMP 1 Karanganyar
**Kasus Dilaporkan ke Polisi
KAJEN - Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan kembali tercoreng oleh ulah oknum guru yang ringan tangan kepada siswanya. Peristiwa memalukan kali ini terjadi di SMP 1 Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Seorang oknum guru diduga melakukan penganiayaan kepada siswanya ATS (15) siswa kelas IX di halaman sekolah dan disaksikan murid-muridnya.
Adegan memalukan yang dilakukan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia berinisial SH terjadi pada Senin (18/10/2021). Kejadian itu bahkan sempat diabadikan oleh murid yang ada di dalam kelas. Kini video berdurasi sekitar 21 detik viral di media sosial.
Orantua ATS yang tak terima melaporkan kejadian itu ke Polres Pekalongan, Selasa (19/10/2021). Didampingi pengacaranya, M Yusuf, korban bersama dengan kedua orantuanya menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Pekalongan.
Pantauan Radar, korban yang mengenakan jaket biru datang ke Polres Pekalongan bersama kedua orangtua dan pengacaranya sekira pukul 13.00. Siswa kelas IXC SMP 1 Karanganyar ini langsung dipersilakan masuk ke ruang Unit Tipiter bersama kedua orangnya.
Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 30 menit, korban dan orangtuanya keluar dari ruang pemeriksaan. Sementara wartawan sudah menunggu untuk mewawancarai.
Kepada Radar, ATS menjelaskan bahwa tindak yang dilakukan gurunya terjadi Senin (18/10/2021) sekira pukul 08.30 wib di halaman sekolah. Kata dia, saat itu korban ATS (15) bermain bersama 5 temannya. Diantara mereka ada yang melempar kaleng. Sementara korban yang terpisah dari 5 temannya masuk ke kelas sambil memukul pintu.
Ternyata aksi melempar kaleng membuat SH tak berkenan. Sementara empat rekan korban yang mengetahui ada guru yang marah langsung kabur. Hanya korban yang tertinggal. SH pun berteriak sambil menanyakan pelaku pelempar kaleng. ATS yang tertinggal oleh temannya pun maju menghadap sang guru yang berada di halaman sekolah. Di halaman itu, ATS mengaku bahwa dirinya bukan pelaku pelempar kaleng. Namun ia mengakui memukul pintu saat masuk kelas. Atas pengakuan itu, korban diduga dianiaya di halaman sekolah. "Saya sempat dipukul bagian perut dada dan kepala bagian belakang," ungkap korban didampingi kedua orang tuanya dan pengacara di depan awak media.
Korban mengaku saat dipukul banyak teman temanya yang melihat bahkan merekam kejadian tersebut. Selain itu adapula guru guru yang melihat namun membiarkan. "Saya juga sempat dibawa ke ruang BK," ungkapnya.
Sementara ibu korban, Dumiyati (39) warga Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar mengaku tidak Terima dengan perlakukan guru yang telah melakukan pemukulan. Apalagi perbuatan kekerasan terhadap anak didik.
"Tadi dari pihak sekolah dan guru bersangkutan sudah datang ke rumah untuk meminta maaf. Kita sebagai manusia ya memaafkan tapi dengan beredarnya video kekerasan ini membuat anak saya trauma oleh karena itu saya melaporkan ke Polisi untuk ditindak lanjuti dan tidak ada lagi kejadian serupa, " ungkapnya.
Dumiyati mengaku mengetahui kasus tersebut dari Kepala Desa sekira pukul 19.00 wib. Ia dipanggil ke rumah kades. Kades ingin memastikan bahwa ATS benar anak Dumiyati yang beredar di Medsos.
"Selain mengetahui kasus kekerasan dari Pak Kades juga dari video kiriman teman teman anak saya. Dengan kejadian tersebut semalam anak saya tidak bisa tidur dan masih trauma," imbuhnya.
Kuasa Hukum keluarga korban, Ahmad Yusuf menyampaikan selaku kuasa hukum dari korban, pihaknya mengambil tindakan dengan melaporkan kasus dugaan kekerasan ke Polres Pekalongan. Karena bagaimanapun juga ketika anak didik diseperti itukan tidak wajar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
