ASN Hingga MUI Diminta Netral di Tahun Politik

ASN Hingga MUI Diminta Netral di Tahun Politik

PENGUKUHAN MUI - Pj Bupati saat menghadiri acara pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang masa khidmah 2022-2027.-Dhia Thufail-

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga Majelis Umum Indonesia (MUI) di daerahnya untuk bersikap netral pada tahun politik sekarang ini.

 

Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menyatakan, MUI merupakan lembaga pembimbing, pembina dan pengayom umat Islam. Oleh karena itu, ia meminta peran strategis MUI harus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Batang.

 

"Saya minta pengurus baru MUI bisa meningkatkan perannya dalam melayani umat. Terutama dalam mencegah dan meredakan perselisihan atau perbedaan terkait keagamaan,” katanya, Selasa (21/3/2023).

 

Terlebih di tahun politik yang sudah mulai memanas seperti sekarang ini, Lani juga berharap lembaga MUI ikut berperan menjaga kondusifitas agar tidak menjadi panas.

 

"Memasuki bulan suci Ramadan, MUI saya harapkan bisa memantau keadaan dan kegiatan masyarakat. Seperti kegiatan yang tidak sejalan dengan roh ibadah di bulan Ramadan bisa dikendalikan secara bersama-sama termasuk juga masa-masa tahun politik," tegasnya.

 

Ditambahkan Asisten Administrasi dan Umum Setda Batang, Sugeng Sudiharto, bahwa netralitas ASN di Pemilu sudah menjadi hal yang wajib.

 

Hal tersebut juga diatur dalam regulasi Undang  Undang ASN nomor 05 tahun 2014, bahwa ASN memiliki kewajiban untuk netral dalam pelaksanaan pemilu, baik legislatif, presiden maupun pemilihan kepala daerah bupati dan walikota.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: