Unikal, UMS dan Pemkot Pekalongan Dampingi Pekerja Batik, Ini Kegiatannya

Unikal, UMS dan Pemkot Pekalongan Dampingi Pekerja Batik, Ini Kegiatannya

PERIKSA - Para pekerja batik sedang melakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis.-Malekha-

KOTA - Fakultas Ilmu Kesehatan Unikal menggelar kegiatan kolaborasi bersama Universitas Sebelas Maret (UMS) serta Dinas Kesehatan Kota Pekalongan untuk mendampingi pekerja batik pembatik di kampung batik Kauman.

Disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unikal Rr Vita Nurlatif Mkes bahwa kegiatan yang diikuti oleh 40 pekerja batik di kampung batik Kauman ini memberikan pendampingan dalam bentuk penyuluhan kesehatan, bagaimana melakukan prosedur kerja yang sehat dan aman, pada tiap-tiap tahapan pembatikan. Mulai dari persiapan menyediakan bahan kemudian pelekatan lilin atau batik dilanjutkan untuk pewarnaan dan melorot atau pelepasan lilin. 

"Nah kalau dari Universitas sebelas Maret  sendiri melaksanakan penelitian untuk menggagas kurgonomis (kursi kerja pembatik yang ergonomis). Kalau dari Dinas kesehatannya berupa pemberian pemeriksaan kesehatan seperti kolesterol, asam urat, gangguan-gangguan kesehatan lainnya yang sering mengganggu para pekerja," ungkap Bu Vita sapaan akrabnya.

Sementara itu, dari pihak Unikal sebagai akademisi membuat program untuk mengembangkan branding batik Kota Pekalongan sebagai Kota batik dunia yang tidak hanya produksinya yang bagus. Namun juga proses produksinya bersih, sehat dan aman. Sehingga branding-branding itulah yang harapannya mampu menguatkan batik Pekalongan menembus pangsa pasar global.

Dijelaskan lebih lanjut, program pendampingan ini juga direncanakan akan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan yang lebih spesifik dengan membawa 4 program studi di bawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan Unikal.

Program studi yang ikut bergabung dalam program ini sekaligus jobdisknya masing-masing adalah Program studi Kesehatan Masyarakat akan mendampingi bagaimana desain kerja ekonomisnya, postur kerja yang baik dan minimalissir kejadian resiko penyakit dan kecelakaan dalam sektor pembatikan informal. Kemudian untuk program studi S1 keperawatan dan Ners akan melakukan pendampingan untuk pengelolaan kesehatannya dan pemeriksaan kesehatan. Program studi berikutnya kemudian  D3 Fisioterapi akan melakukan pendampingan bagaimana postur-postur kerja yang baik, lalu aktivitas fisik seperti apa untuk mereduksi gangguan-gangguan. 

Senada dengan Dekan Fakultas Kesehatan Unikal, Kepala Dinas Kesehatan Pekalongan Dr Slamet Budiyanto SKM Mkes turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi dalam rangka pembinaan kepada masyarakat pembatik di Kota Pekalongan.

"Kami berharap ada, dari kegiatan ini bisa memunculkan kesadaran semacam pemberdayaan komunitas batik agar kedepannya merek faham apa yang harus dilakukan untuk memelihara kesehatan," pungkasnya. (mal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: