iklan banner Honda atas

SPPG Sidodadi Tetap Beroperasi Normal, Meski Diduga Picu Keracunan di SDN 01 Kedungwuni

SPPG Sidodadi Tetap Beroperasi Normal, Meski Diduga Picu Keracunan di SDN 01 Kedungwuni

Plt Kadinkes Edy Herijanto dan petugas cek keamanan bahan baku saat tinjau SPPG Sidodadi Kedungwuni Timur.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Dapur SPPG Sidodadi, Kedungwuni Timur, yang menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap beroperasi normal meski sebelumnya muncul dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SDN 01 Kedungwuni.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto, ditemui disela-sela kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan di Karanganyar, Rabu, 14 Januari 2026, menegaskan bahwa hingga kini belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan makanan MBG sebagai penyebab kejadian tersebut.

"Oh, itu kan baru diduga ya. Karena jumlah yang masuk rumah sakit kan klusternya sedikit, hanya satu sekolahan, itu pun hanya 15 orang. Dan itu kan yang terdistribusi itu kan banyak, ada 100-an lebih," ujar Edy.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi SPPG, termasuk proses pengolahan, penyimpanan, hingga sanitasi peralatan dan air yang digunakan.

Baca juga:15 Siswa SDN 01 Kedungwuni Diduga Keracunan MBG, Polisi Turun Tangan, Dinkes Uji Lab Sampel MBG

“Kemarin sudah kita datangi, kita lakukan pembinaan pada mereka, pengelola MBG, ahli gizinya, maupun para penjamah makanan. Kita cek tempatnya, kalau tempatnya ya sudah lumayanlah,” jelasnya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi dapur masih dalam batas wajar. Bahkan, ia mengaku sempat mencicipi makanan yang disajikan.

"Kemarin saya makan di situ juga tidak apa-apa. Saya makan buahnya, ada buah anggur itu saya makan, saya sengaja makan itu juga tidak ada masalah," ungkapnya.

Terkait operasional SPPG Sidodadi, ia menegaskan tidak ada penghentian layanan MBG, mengingat belum adanya bukti kuat dari hasil uji laboratorium.

"Tetap beroperasi normal. Kita tidak bisa mudah untuk melakukan penutupan. Harus ada penelitian, harus ada laporan dan sebagainya," tegasnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi penyedia MBG.

"Antisipasi ke depan yang jelas kalau kebijakan saya kan melakukan percepatan SLHS. Kemudian prosedurnya kita perketat dari syarat awal hingga akhir, serta melakukan pengawasan terhadap MBG-MBG yang sudah berjalan," tandasnya.

Saat ini, Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Labkesda untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait