iklan banner Honda atas

Adaptasi Era Digital, SMPN 1 Kajen Bangun Ekosistem Kelas Lewat Aplikasi SIDIK

Adaptasi Era Digital, SMPN 1 Kajen Bangun Ekosistem Kelas Lewat Aplikasi SIDIK

Pembelajaran di SMPN 1 Kajen yang telah menggunakan SIDIK. -IST-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Menjawab tantangan transformasi digital di dunia pendidikan, SMP Negeri 1 KAJEN mengembangkan sistem digital kelas bernama SiapDiKelas (SIDIK) Aplikasi ini menjadi fondasi awal pembangunan ekosistem digital sekolah yang dirancang untuk mendukung administrasi pembelajaran yang lebih efisien, praktis, dan berkelanjutan.

SIDIK bukan sekadar aplikasi presensi. Sistem digital yang telah berjalan selama tiga tahun ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan administrasi pendidikan yang semakin dinamis. Melalui SIDIK, sekolah berupaya membangun tata kelola pembelajaran yang terdokumentasi dengan baik dan dapat dipantau secara real-time.

“Jadi, latar belakang dari pembuatan SIDIK ini adalah untuk mengurangi penggunaan kertas atau paperless. SIDIK ini memang baru tahap awal,” ungkap salah satu pengelola aplikasi SIDIK, Imam saat diwawancarai Radar Pekalongan, Sabtu 24 Januari 2026.

BACA JUGA:Matematika Disulap Jadi Media Imajinasi Moral, Inovasi Guru SMPN 2 Pekalongan Diapresiasi Pemkot

BACA JUGA:Guru SDN Kuripan Lor 02 Ciptakan KOMPAS, Inovasi Low-Tech Jawab Krisis Literasi dan Keaktifan Siswa

Selain mendukung upaya ramah lingkungan, SIDIK dikembangkan untuk memberikan kemudahan akses dan mempercepat pelaporan data pembelajaran. Menurut Imam, aplikasi ini merupakan bagian dari rencana besar sekolah dalam membangun sistem digital yang terintegrasi.

“Sebenarnya sekolah sedang membangun sebuah ekosistem digital yang termasuk di dalamnya adalah SIDIK (SiapDiKelas). Jadi memang pengembangannya bertahap, untuk awal yang dibangun adalah SIDIK,” ujarnya saat diwawancarai tim Radar Pekalongan pada Jumat, 23 Januari 2026.

Ia menambahkan, fokus utama pengembangan aplikasi ini adalah membantu guru dalam menjalankan tugas administrasi tanpa menambah beban kerja.

“Pengembangan dilakukan secara bertahap. Fokus utamanya adalah mempermudah guru dan memastikan laporan pembelajaran tersaji secara up to date,” jelasnya.

Dalam implementasinya, SIDIK diakses secara mandiri melalui ponsel masing-masing guru dan admin sekolah. Guru terlebih dahulu mengunggah perencanaan pembelajaran berupa RPP atau modul ajar, kemudian mengatur jadwal mengajar sesuai hari dan jam pelajaran. Saat proses pembelajaran berlangsung, guru melakukan presensi siswa dengan memindai barcode pada ID Card siswa, mendokumentasikan kondisi kelas melalui foto, serta melakukan pemindaian lokasi kelas. Seluruh data tersebut otomatis terkirim dan tersimpan di server sekolah.

Produk utama dari aplikasi SIDIK meliputi dokumen perencanaan pembelajaran guru, presensi guru dan siswa, serta jurnal mengajar. Seluruh data terdokumentasi secara sistematis dan dapat diakses sebagai bahan evaluasi manajemen sekolah.

Pengembangan SIDIK dilakukan sepenuhnya secara mandiri oleh tim IT SMPN 1 Kajen tanpa melibatkan pihak luar. “Kami kembangkan sendiri,” kata Imam. Menurutnya, pengembangan internal ini memungkinkan aplikasi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. Meski demikian, proses adaptasi tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal pembiasaan pengguna yang membutuhkan waktu dan pelatihan.

Tidak berhenti pada SIDIK, SMPN 1 Kajen juga tengah mengembangkan aplikasi pendamping bernama SITANGGUH (Aksi Bintang Guru Hebat). Aplikasi ini akan digunakan oleh siswa dan berisi fitur penilaian terhadap guru sebagai bentuk umpan balik, pengisian formulir 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pelaksanaan Computer Based Test (CBT). 

SIDIK dan SITANGGUH nantinya terintegrasi dalam satu server sebagai satu kesatuan ekosistem digital sekolah. SMPN 1 Kajen optimistis sistem ini dapat meningkatkan transparansi, efektivitas administrasi, serta kualitas interaksi antara guru, siswa, dan manajemen sekolah dalam menghadapi era pendidikan berbasis digital. (Dri/Fit/May) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait