iklan banner Honda atas

Hujan Tak Surutkan Semangat, Pesta Siaga Kwarran Kesesi Tetap Ramai dan Kompetitif

Hujan Tak Surutkan Semangat, Pesta Siaga Kwarran Kesesi Tetap Ramai dan Kompetitif

Hujan Tak Surutkan Semangat, Pesta Siaga Kesesi Tetap Ramai dan Kompetitif-IST/Mista-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Hujan yang mengguyur sejak pagi tak menjadi penghalang bagi ratusan peserta Pesta Siaga tingkat Kecamatan Kesesi untuk tetap tampil maksimal. Kegiatan kepramukaan yang digelar di SMP N 2 Kesesi, Sabtu (24/1/2026), justru menunjukkan tingginya antusiasme peserta meski cuaca kurang bersahabat.

Pesta Siaga tahun ini diikuti 42 sekolah dasar se-Kecamatan Kesesi. Setiap sekolah mengirimkan satu barung siaga putra dan satu barung siaga putri, sehingga total terdapat 84 barung siaga yang terlibat. Masing-masing barung beranggotakan delapan siswa hasil seleksi dari sekolah asal.

Pembina Pramuka SDN 1 Sidomulyo, Eka Setya Septiningrum, mengakui hujan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan. Kondisi lapangan yang becek membuat mobilitas peserta, pembina, dan panitia menjadi terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Pelaksanaan Pesta Siaga tahun ini memang agak terkendala cuaca. Hujan membuat lapangan menjadi becek sehingga mobilitas peserta cukup sulit,” ujarnya.

Meski begitu, seluruh rangkaian acara tetap berjalan sesuai jadwal. Upacara pembukaan tetap dilaksanakan, meski tidak dilakukan secara terpusat di lapangan. Demi keamanan dan kenyamanan, peserta mengikuti upacara dari teras-teras depan kelas.

Pesta Siaga sendiri merupakan ajang pembinaan kepramukaan bagi anak usia 7–10 tahun, yang bertujuan mengenalkan nilai-nilai dasar Pramuka sejak dini. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan edukatif untuk melatih kreativitas, ketangkasan, kedisiplinan, hingga kepedulian sosial.

Sebanyak 10 taman kegiatan dilombakan, mulai dari Taman Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Taman Tanda Pengenal Gerakan Pramuka, Taman Scouting Skill, Taman Baris-Berbaris, hingga Taman Seni Budaya, Taman Siaga Hebat, Taman Permainan, Taman Ketangkasan, Taman Bumbung Kemanusiaan, dan Taman Kemampuan Indra Manusia. Seluruh penilaian direkap oleh dewan juri untuk menentukan perolehan nilai tiap barung.

“Melalui 10 taman ini, anak-anak dilatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, hingga kepedulian sosial,” kata Eka.

Khusus pada Taman Seni Budaya, peserta diwajibkan menampilkan kesenian khas Pekalongan sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

“Untuk seni budaya, wajib menggunakan kesenian dari Pekalongan. Karena juara tingkat kecamatan nantinya akan melaju ke tingkat kabupaten dan provinsi,” ungkapnya.

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari proses seleksi di masing-masing sekolah. Kuota yang terbatas membuat sekolah harus memilih peserta terbaik dari ratusan siswa.

“Di sekolah kami ada sekitar 300 siswa, tapi yang bisa ikut hanya 8 putra dan 8 putri. Antusias anak-anak sangat tinggi, sehingga harus diseleksi untuk mendapatkan yang terbaik,” jelasnya.

Persiapan peserta dilakukan setelah seleksi, dengan latihan bertahap yang difokuskan pada kesiapan menghadapi 10 taman lomba. Namun, tantangan tetap muncul, terutama terkait mental anak-anak yang masih berusia dini.

“Tantangannya itu mental anak-anak. Saat latihan bisa lancar, tapi saat lomba kadang grogi dan lupa,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait