iklan banner Honda atas

Cegah Kandungan Berbahaya, Dinkes Batang Ingatkan Warga Cek KLIK Saat Belanja Lebaran

Cegah Kandungan Berbahaya, Dinkes Batang Ingatkan Warga Cek KLIK Saat Belanja Lebaran

CEK - Tim pengawasan keamanan pangan meninjau sejumlah bahan makanan di Minimarket Batang. -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID  – Menjelang Idulfitri 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengambil langkah sigap untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di pasaran. Tim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Batang turun langsung menyisir lapak pedagang di Pasar Batang dan Pasar Warungasem guna mendeteksi kemungkinan adanya zat berbahaya dalam bahan pangan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Batang, Nuridin, menegaskan bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas di tengah meningkatnya aktivitas belanja menjelang Lebaran.

BACA JUGA:Miliki KIA, Anak-anak Batang Bisa Dapat Diskon 20 Persen Bermain di The Nice Play Land

 

“Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan rutin menjelang Hari Raya Idulfitri, keamanan pangan di Pasar Batang. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dari bahan-bahan berbahaya yang ada di pangan yang dijual,” katanya saat ditemui di sela pengambilan sampel di Pasar Batang, Rabu (4/3/2026).

Sejumlah komoditas yang kerap menjadi primadona saat Lebaran turut diperiksa, mulai dari daging giling, agar-agar, mi basah, hingga ikan kering.

“Dari hasil pengecekan oleh tim laboratorium daerah untuk pengambilan sampel hari ini, Pasar Batang dan Warungasem hasilnya negatif semua. Namun, ada satu yang positif mengandung boraks, yaitu produk frozen food dari Warungasem,” ungkapnya.

Nuridin memberikan peringatan keras terkait bahaya zat kimia seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil yang disalahgunakan untuk pangan. Ia menegaskan, zat-zat tersebut bersifat karsinogenik dan berisiko memicu penyakit serius.

“Terutama yang berbahaya adalah formalin. Formalin itu bukan untuk makanan, kadar sedikit pun itu sudah dilarang. Bahan-bahan berbahaya itu karsinogenik, menimbulkan kanker. Sekarang banyak kasus ibu-ibu di usia muda sudah kena kanker leher rahim atau kista, itu salah satunya karena bahan karsinogenik,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya mengimbau pedagang dan produsen menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang legal dan sesuai batas aman, seperti natrium benzoat. Masyarakat juga diminta menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip KLIK sebelum membeli produk kemasan.

“Jangan lupa cek KLIK dari BPOM: Kemasan, Label, Izin edar, sama Kedaluwarsa. Jangan lupa cek empat itu,” tegasnya.

Terkait temuan produk yang mengandung boraks, Dinas Kesehatan akan mengedepankan pembinaan. Pedagang yang bersangkutan akan dipanggil dan diberikan pengarahan agar tidak lagi mengedarkan produk yang membahayakan kesehatan masyarakat. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait