Bupati Faiz Siapkan KRL Batang, Dukung Transportasi Murah untuk Pekerja KITB
Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat mengunjungi Stasiun Batang -IST-
BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Terobosan transportasi tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Batang untuk menunjang mobilitas pekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Bupati Batang M Faiz Kurniawan mulai menjajaki kerja sama dengan Kementerian Perhubungan guna menghadirkan moda kereta komuter layaknya KRL.
Langkah ini difokuskan untuk menghubungkan Stasiun Batang dengan kawasan pelabuhan di dalam KITB, sehingga pekerja tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi.
Faiz menyebut, skema yang tengah dikejar adalah Public Service Obligation (PSO) agar tarif bisa ditekan dan tetap terjangkau masyarakat.
BACA JUGA:Dukung Efisiensi Energi, Bupati Faiz Beri Apresiasi ASN Batang yang Jalan Kaki ke Kantor
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Batang Tembus 7,79 Persen di Tahun 2025, Tertinggi Kedua se-Jateng
“Targetnya tarif berkisar Rp5.000 sampai Rp10.000. Jadi pekerja tidak perlu capek naik motor sendiri ke kawasan industri,” ujarnya saat Musrenbang RKP Kabupaten Batang, Selasa (31/3/2026).
Dengan skema tersebut, pekerja cukup menuju stasiun terdekat, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kereta yang lebih aman dan nyaman.
Menurutnya, kehadiran transportasi ini akan sangat membantu warga sekitar, khususnya dari wilayah Bendar dan sekitarnya yang setiap hari beraktivitas di kawasan industri.
Tak hanya fokus pada mobilitas siang hari, Pemkab Batang juga mulai membenahi infrastruktur pendukung, terutama untuk menunjang kenyamanan pekerja saat malam hari.
“Kami optimalkan penerangan jalan dan fasilitas lainnya agar pekerja merasa aman dan nyaman, baik saat berangkat maupun pulang kerja,” jelasnya.
Rencana pengembangan transportasi ini diharapkan mampu menekan biaya transportasi pekerja sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di kawasan industri.
Jika terealisasi, “KRL Batang” bukan hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan tenaga kerja lokal di tengah pesatnya pertumbuhan industri. (Nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
