Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Kolaborasi Resmikan Sekolah Kopi Pekalongan, Perkuat Petani Hadapi Iklim

Kolaborasi Resmikan Sekolah Kopi Pekalongan, Perkuat Petani Hadapi Iklim

Peresmian- Peresmian Sekolah Kopi Pekalongan melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI) di kabupaten Pekalongan.-FOTO-Dok. Rumah BUMN BRI

Radarpekalongan.co.id – Komitmen meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Pekalongan diwujudkan melalui kolaborasi multipihak. Pada Selasa (29/4/2026), Rumah BUMN BRI Pekalongan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindakop) Kabupaten Pekalongan, Bank Indonesia, dan Mercy Corps Indonesia secara resmi membuka Sekolah Kopi Pekalongan melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI).

Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Kabupaten Pekalongan Sukirman di kawasan sentra perkebunan kopi. Program SLI dihadirkan sebagai wadah peningkatan literasi iklim dan penguatan ekonomi hijau guna mendorong resiliensi petani melalui peningkatan mutu serta produktivitas kopi lokal.

BACA JUGA:Mantan Anggota DPRD Ingatkan Bom Politik 2029, Audiensi Koalisi Transparansi dengan Plt Bupati Pekalongan

BACA JUGA:Spektakuler! Dindikbud Pekalongan Siap Gelar Pekan Kebudayaan 2026, Ada Sintren Massal hingga Dalang Cilik

BACA JUGA:Buffet Nusantara Aston Pekalongan Syariah, 128 Menu Siap Menggugah Selera

Dalam sambutannya, Sukirman mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar, namun dihadapkan pada tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Melalui Sekolah Lapang Iklim, diharapkan para petani mampu beradaptasi, lebih tangguh, serta menghasilkan kopi berkualitas ekspor dengan daya saing tinggi. Pemerintah daerah pun menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan berkelanjutan.

BACA JUGA:Polres Batang Lakukan Rotasi Sejumlah Kapolsek dan Kasipropam, AKP Andi Fajar Jabat Kapolsek Limpung

BACA JUGA:Plt Bupati Pekalongan Sukirman Dorong Petani Naik Kelas Lewat Sekolah Lapang Iklim Kopi

Koordinator Rumah BUMN BRI Pekalongan, Noviyanti, turut mendorong para petani memanfaatkan program ini secara optimal. Ia menyebutkan, Sekolah Lapang Iklim menjadi kesempatan strategis bagi petani untuk meningkatkan kapasitas, mulai dari praktik budidaya ramah lingkungan, teknik pascapanen, hingga memperluas akses pasar.

Sekolah Lapang Iklim dirancang sebagai program pendampingan intensif berbasis praktik lapangan. Peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai mitigasi risiko iklim, penerapan pertanian berkelanjutan, serta inovasi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kopi.

BACA JUGA:Cilacap Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Nasional, Ungkit Perekonomian Daerah

BACA JUGA:Regenerasi Pembatik Mandek, Pemkab Batang dan Komunitas Pegiat Literasi Bahas Penyelamatan Batik Rifaiyah

Kolaborasi antara Rumah BUMN BRI Pekalongan, Dindakop, Bank Indonesia, dan Mercy Corps Indonesia ini diharapkan dapat menjadi model penguatan ekosistem kopi berbasis ekonomi hijau di Jawa Tengah, sekaligus mendorong petani kopi Pekalongan untuk naik kelas dan lebih sejahtera. (Ap3)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: