Yenny Wahid Bakar Semangat Mahasiswa Baru UIN Gus Dur Pekalongan, Pernah Ditolak ITB hingga Menangis 2 Hari
Putri kedua Presiden ke-4 RI Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid, hadir membakar semangat ribuan mahasiswa baru lewat kisah hidup yang menyentuh sekaligus inspiratif di Kampus II UIN Gus Dur, Bojong, Kabupaten Pekalongan.-Dok Humas UIN Gus Dur-
BOJONG – Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan mendadak bergemuruh.
Putri kedua Presiden ke-4 RI Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid, hadir membakar semangat ribuan mahasiswa baru lewat kisah hidup yang menyentuh sekaligus inspiratif di Kampus II UIN Gus Dur, Bojong, Kabupaten Pekalongan.
Di hadapan ribuan pasang mata generasi muda kampus hijau tersebut, Yenny berbagi pengalaman personal tentang titik terendah dalam hidupnya yang berujung pada lompatan besar.
Tangisan Penolakan ITB yang Mengantar ke Panggung Harvard
Yenny menegaskan bahwa kegagalan adalah paket tak terpisahkan dari dinamika kehidupan manusia. Ia mengenang momen patah hati terberatnya saat gagal menembus perguruan tinggi impian di dalam negeri.
"Kegagalan yang pernah saya alami sampai menangis sesenggukan dua hari dua malam adalah ketika tidak diterima di ITB," kenang Yenny disambut hening para peserta.
Namun, air mata keputusasaan itu berbalik menjadi pijakan sukses di masa depan:
Lompatan Global: Selang beberapa tahun setelah penolakan tersebut, Yenny berhasil menembus salah satu kampus terbaik dunia, Harvard University di Amerika Serikat.
Torehan Sejarah: Ia mencatatkan diri sebagai orang Indonesia pertama yang dipercaya menyampaikan pidato kelulusan (commencement speech) mewakili seluruh rekan seangkatannya di Harvard.
Kegagalan Tidak Mendefinisikan Siapa Kita
Kisah tersebut ia sampaikan untuk mengingatkan mahasiswa baru agar tidak gamang menghadapi rintangan perkuliahan maupun masa depan.
Kegagalan, menurutnya, hanyalah sebuah kompas yang kerap mengarahkan seseorang ke jalan takdir yang jauh lebih besar.
"Kegagalan tidak akan mendefinisikan siapa kita, tetapi perjuangan kitalah yang mendefinisikannya. Karena itu, untuk adik-adik mahasiswa baru UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, jangan pernah takut pada kegagalan," tegasnya lantang.
Ia berpesan agar generasi muda berani mengambil risiko, tidak kapok saat terjatuh, dan tetap tegar saat langkah terasa meleset dari rencana awal.
Menutup dialog inspiratifnya, Yenny menyampaikan apresiasi mendalam kepada civitas akademika UIN Gus Dur Pekalongan.
Ia berharap masa perkuliahan menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang berintelektual dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (sep)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

