Pengaspalan Alun-alun Utara Kajen, Warga Minta Jalan Rusak Jadi Prioritas
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Aktivitas pengaspalan di kawasan Alun-alun Utara Kajen, tepatnya di sekitar Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, menjadi perhatian warga.
Pekerjaan yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) tersebut dilakukan pada ruas jalan yang selama ini masih relatif nyaman dilalui kendaraan.
Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai skala prioritas penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, di sejumlah wilayah lain masih terdapat ruas jalan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Yusuf, warga Kajen, mengatakan persoalan jalan rusak masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
"Masalah jalan rusak, jalan berlubang, jalan bergelombang, jalan ditambal-tambal ini menjadi persoalan serius di Kabupaten Pekalongan," ujar Yusuf, Senin 7 September 2026.
Ia menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir masih menemukan sejumlah ruas jalan dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Salah satunya berada di jalur Karanganyar-Lebakbarang maupun ruas jalan di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong.
Menurut Yusuf, persoalan serupa juga dapat dijumpai pada jalur tengah yang menghubungkan wilayah Tirto dengan Kota Pekalongan. Bahkan, sejumlah ruas jalan di sekitar Kajen juga dinilai belum seluruhnya mendapatkan penanganan yang optimal.
"Di Kajen saja, yang dekat dengan kekuasaan, juga banyak yang susah. Dari area Gandarum sampai menuju objek wisata Linggo Asri itu juga parah. Belum lagi di desa-desa," katanya.
Yusuf memahami bahwa pemeliharaan jalan tetap diperlukan. Namun, ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan seberapa penting ruas tersebut bagi aktivitas masyarakat.
"Harusnya anggaran dan perhatian pemerintah lebih dahulu diarahkan ke jalan yang tingkat kerusakannya lebih parah, dan menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat. Bukan, jalan yang masih mulus diperbaiki dan diaspal lagi," ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berfokus pada kawasan pusat pemerintahan. Menurutnya, akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta kawasan perekonomian masyarakat juga perlu menjadi perhatian.
"Harapannya, prioritaskan pengaspalan jalan di akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," tutur Yusuf.
Bagi Yusuf, kondisi jalan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Ruas jalan yang rusak, terlebih ketika dilalui kendaraan dalam jumlah besar, dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
"Jalan rusak, risiko kecelakaan semakin tinggi. Tahu sendiri sekarang banyak truk-truk besar di Kabupaten Pekalongan. Arusnya juga padat, ditambah jalan rusak," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

