Peduli Terhadap Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Sandang Status Adiwiyata
--
SEMARANG – Sebanyak 242 sekolah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB di Jawa Tengah menyandang sebagai Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang sehat, bersih, dan indah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmiko mengatakan, pada 2026 terdapat 79 sekolah atau madrasah yang mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah.
Peserta tersebut terdiri atas 38 SMA, 16 SMK, tiga SLB, dan 19 madrasah aliyah (MA). Usulan SMA, SMK, dan SLB berasal dari 24 kabupaten/kota, sedangkan usulan MA berasal dari 14 kabupaten/kota.
Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 52 sekolah atau madrasah dinyatakan layak ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah. Rinciannya, 25 SMA dari 16 kabupaten/kota, 10 SMK dari 17 kabupaten/kota, tiga SLB dari tiga kabupaten/kota, serta 14 MA dari sembilan kabupaten/kota.
BACA JUGA:Lindungi Petani, Pemprov Jateng Gulirkan Program JTAB Petani Gajian
Heru menambahkan, hingga 31 Agustus 2026, jumlah Sekolah Adiwiyata di Jawa Tengah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB telah mencapai 242 sekolah.
Dijelaskan Heru, program Adiwiyata memberikan dampak terhadap pengelolaan sumber daya dan lingkungan di sekolah. Melalui program itu, sekolah-sekolah tersebut dinilai berkontribusi terhadap penurunan timbulan sampah, konsumsi air bersih, serta penggunaan energi.
“Dengan adanya sekolah Adiwiyata ada beberapa hal yang menurun dan itu memang memberikan dampak yang signifikan,” kata Heru.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menilai, pembangunan sekolah Adiwiyata menjadi langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak dini.
Menurutnya, sekolah Adiwiyata tidak sekadar berorientasi pada penghargaan, tetapi menjadi ruang pendidikan untuk membentuk kebiasaan dan kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan.
“Sekolah Adiwiyata itu adalah sekolah yang lebih peduli lingkungan. Ini menjadi titik yang strategis karena mendidik anak-anak kita untuk lebih menginternalisasi pemahaman tentang kepedulian terhadap masalah lingkungan,” kata Sumarno usai menyerahkan penghargaan dan memberikan arahan pada acara Pembinaan dan Gerakan Peduli Lingkungan untuk Lembaga dan Masyarakat di Jawa Tengah, di Aula Kalpataru, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menegaskan, persoalan lingkungan membutuhkan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, pendidikan mengenai lingkungan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Sumarno juga mengapresiasi sekolah-sekolah di Jawa Tengah yang telah berkomitmen mengembangkan program Adiwiyata. Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada sekolah Adiwiyata bukan menjadi tujuan akhir, melainkan dapat menjadi pemicu bagi sekolah lain untuk melakukan hal serupa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

