Rizal Bawazier Desak Koperasi Merah Putih Segera Jalan: Cepat, Tapi Jangan Asal
Anggota DPR RI Jateng X, Rizal Bawazier saat berada di Lapangan Cokronegoro Limpung-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier mendesak pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih segera berjalan. Menurutnya, dukungan anggaran untuk program tersebut telah disiapkan sehingga persoalan koordinasi di tingkat pelaksana perlu segera diselesaikan.
Rizal mengatakan, pembahasan anggaran Kementerian Koperasi untuk 2027 antara Komisi VI DPR RI dan Kementerian Koperasi telah dilakukan. Di dalamnya terdapat alokasi yang secara khusus berkaitan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Jadi anggaran untuk Kementerian Koperasi itu sebenarnya sudah disepakati antara anggota dan juga Kementerian Koperasi itu di Agustus,” kata Rizal.
Secara nasional, Kementerian Koperasi memang menyatakan anggaran 2027 diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Namun, menurut Rizal, pekerjaan berikutnya adalah memastikan mekanisme pelaksanaan di lapangan berjalan jelas. Salah satu koordinasi yang menurutnya masih perlu diselesaikan yakni antara Kementerian Koperasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara atau Agrinas Pangan.
“Yang sedang diatur secara internal adalah antara Kementerian Koperasi dengan PT Agrinas Pangan,” ujarnya.
Rizal mengatakan Komisi VI DPR RI juga berupaya meminta penjelasan dari Agrinas Pangan terkait manajemen dan pelaksanaan program tersebut.
“Kita dari Komisi VI mau panggil Agrinas Pangan. Nggak tahu nih kok susah banget. Komisi VI juga agak sulit, tapi prinsipnya kita tidak mau nyerah,” katanya.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih merupakan program yang memiliki tujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, pelaksanaannya perlu dipastikan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan maupun perekrutan pengelola.
“Program ini sebenarnya bagus, cuma kalau pelaksanaannya tidak benar, ya kasihan pemerintah nanti untuk pertanggungjawaban manajer-manajer yang sudah direkrut tapi enggak kerja-kerja juga,” ujarnya.
Ia menambahkan, para manajer koperasi yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan tetap akan digunakan. Persoalan yang saat ini dinantikan lebih berkaitan dengan waktu dan mekanisme pelaksanaan program.
“Manajer-manajer yang kemarin juga ikut pendidikan itu tetap, itu pasti akan tetap dipakai, direkrut, cuma waktunya saja,” katanya.
Karena itu, Rizal meminta Kementerian Koperasi dan Agrinas Pangan segera menyepakati mekanisme pelaksanaan agar program dapat berjalan sesuai tujuan.
“Harus cepat ini, harus jalan. Antara Agrinas dengan Kementerian Koperasi itu harus sepakat, jalan cepat. Kalau enggak, anggaran yang terbuang kan sayang sekali,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

