Masker Masih Dicari, Pasokan Terbatas Harga Ikut Naik
Masker- Stok masker yang ada di salah satu toko Grosir Masker Pekalongan di wilayah Kradenan, Kecamatan Buaran, Kota Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id – Masker yang selama pandemi Covid-19 menjadi kebutuhan sehari-hari, hingga kini masih digunakan sebagian masyarakat. Di tengah permintaan yang tetap ada, pedagang masker di Pekalongan menghadapi perubahan pasokan dan kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Pemilik Toko Grosir Masker Pekalongan di wilayah Kradenan, Kecamatan Buaran, Ulfa Asana, mengatakan pasokan masker mulai terbatas sejak sekitar dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah jenis masker lebih sulit diperoleh dibanding sebelumnya.
“Sekarang pasokannya dibatasi. Gudang dari pusat juga kosong untuk beberapa jenis,” ungkapnya saat ditemui Radar, (19/9/2026).
Menurutnya, keterbatasan pasokan juga berkaitan dengan kebutuhan masker di sejumlah wilayah lain yang meningkat. Salah satu jenis yang lebih dulu sulit ditemukan adalah KN95. Masker tersebut, kata dia, banyak dicari konsumen karena dinilai sesuai dengan kebutuhan perlindungan tertentu.
Kondisi pasokan yang terbatas turut berdampak pada harga.
BACA JUGA:Oknum Kepala Sekolah dan Guru Asusila di Langkap Dipecat
BACA JUGA:PNM Peduli Hadir di Tengah Kekeringan, Hadirkan Air Bersih dan Harapan untuk Warga Tegal
Jika sebelumnya masker tertentu masih dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp10.000, kini harga termurah yang tersedia di tokonya mulai sekitar Rp25.000.
“Kenaikannya hampir dua kali lipat,” ujarnya.
Meski harga mengalami kenaikan, permintaan dari konsumen belum sepenuhnya surut. Pihaknya mengatakan masyarakat masih membeli masker, terutama mereka yang memang sudah terbiasa menggunakannya sejak masa pandemi.
Di wilayah sekitar tokonya, kebutuhan masker juga datang dari pekerja yang berkaitan dengan aktivitas produksi, termasuk pekerja jahit. Masker masih digunakan sebagai bagian dari kebutuhan saat bekerja.
Konsumen pun tidak hanya mencari masker secara umum, tetapi terkadang datang dengan merek atau jenis tertentu. Namun, keterbatasan stok membuat pilihan yang tersedia menjadi lebih terbatas.
BACA JUGA:Bangunan Gudang Belakang SDN Kasepuhan 01 Terbakar, Disdikbud Batang Siapkan Pembongkaran
Ia menyebut kegiatan penjualan masih berjalan karena pasokan tetap datang, meski jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan stok dengan ketersediaan barang dari pemasok.
Bagi pelaku usaha masker, situasi ini menunjukkan bahwa setelah pandemi berlalu, pasar masker belum sepenuhnya hilang. Kebutuhan memang tidak lagi sebesar masa pandemi, tetapi sebagian konsumen tetap menjadikan masker sebagai perlengkapan yang digunakan sesuai aktivitas dan kebutuhan. (Ap3)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

