Banner Iklan BYD
banner honda terbaru 2026

46 Peserta Adu Skill Making Bed, Amandaru Dorong Talenta Baru Perhotelan

46 Peserta Adu Skill Making Bed, Amandaru Dorong Talenta Baru Perhotelan

Antusias- Nampak antusias peserta mengikuti perlombaan making bed competition yang berlangsung di Amandaru hotel Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi

Radarpekalongan.co.id — Seprai dibentangkan, sudut-sudut kasur dirapikan, sementara tangan peserta bergerak cepat memastikan setiap bagian tempat tidur terlihat presisi. Dalam waktu yang terbatas, kerapian bukan satu-satunya hal yang diperhitungkan. Kecepatan dan kreativitas turut menjadi penentu.

Suasana tersebut terlihat dalam Amandaru Making Bed Competition yang digelar Amandaru Hotel Pekalongan, Senin (21/9/2026). Sebanyak 46 peserta dari kategori pelajar dan umum ambil bagian dalam kompetisi yang menguji keterampilan dasar housekeeping tersebut.

Tak hanya datang dari Kota Pekalongan, peserta juga berasal dari daerah lain seperti Tegal dan Brebes. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini bukan sekadar kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji kemampuan sebelum terjun lebih jauh ke dunia kerja perhotelan.

Making bed yang sekilas terlihat sederhana ternyata memiliki sejumlah standar yang harus diperhatikan. Posisi duvet, kerapian, kesimetrisan hingga kecepatan pengerjaan menjadi bagian dari penilaian.

BACA JUGA:Lamongan Tepi Kolam “Cak Man”: Nikmati Cita Rasa Lamongan dalam Suasana Santai di Amandaru Hotel Pekalongan

BACA JUGA:Kiyana Premiere Hotel Gelar Barista Class Experience, Dorong Pengetahuan Kopi dan Networking

Executive Housekeeping Amandaru Hotel Pekalongan sekaligus penanggung jawab acara, M. Dicky Dermawan mengatakan, penilaian dilakukan menggunakan sistem poin dengan beberapa aspek keterampilan.

“Penilaiannya mulai dari kerapian duvet, kecepatan, kerapian dan kesimetrisan, sampai tingkat kreativitas dari masing-masing peserta,” ujarnya saat ditemui disela-sela acara.

Menurut Dicky, kemampuan peserta dalam kompetisi perdana tersebut cukup menarik. Peserta dari kategori pelajar yang belum banyak memiliki pengalaman kerja pun dinilai telah memahami standar dasar penataan tempat tidur di hotel.

“Untuk standar mereka sudah paham. Saya kira kemampuan peserta sudah bagus dan mereka juga percaya diri mengikuti lomba ini,” katanya.

Bagi kalangan pelajar, pengalaman tersebut menjadi bekal tersendiri. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga berkesempatan mengenal secara langsung standar pekerjaan yang nantinya ditemui ketika masuk ke industri hospitality.

BACA JUGA: Hotel Grand Dian Hadirkan Pojok UMKM, Tawarkan Batik, Craft hingga Kopi untuk Tamu

BACA JUGA:Amandaru Hotel Pekalongan Gelar Making Bed Competition, Dorong Profesionalisme Perhotelan

Seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan pengalaman ketika mereka mulai mencari peluang kerja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: